Arel Feltu: Pemuda Inspiratif Pendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Mentawai
Sumber Foto: Mentawai Kita
Sosial

Arel Feltu: Pemuda Inspiratif Pendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Mentawai

Logika News - SIPORA SELATAN – Di Dusun Sagitci Tengah, Desa Nemnemleleu, Kepulauan Mentawai, aktivitas "nongkrong" telah berubah wajah. Di tangan Arel Feltu, seorang pemuda lokal, waktu berkumpul bersama rekan sebaya bukan lagi sekadar bincang kosong, melainkan ruang belajar bisnis dan ruang berbagi ilmu peternakan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Perubahan besar ini bermula pada tahun 2022, saat Arel mengikuti pelatihan ternak babi di Sumatera Utara yang difasilitasi oleh GKPM (Gereja Kristen Protestan Mentawai). Berbekal ilmu manajemen kandang bersih, pencegahan virus, hingga teknik vaksinasi, Arel membentuk kelompok ternak Gougougou.

"Banyak ternak di wilayah Sipora ini yang kurang sehat. Secara fisik terlihat, bahkan dari produktivitasnya. Jika indukan hanya melahirkan satu atau dua anak, pasti ada masalah kesehatan. Indukan yang sehat seharusnya mampu melahirkan lebih dari 10 anak," jelas Arel.

Arel juga menekankan perbedaan pola asuh ternak. Menurutnya, jika untuk konsumsi sendiri, pakan sisa mungkin cukup. Namun, untuk skala bisnis, pakan kering adalah kunci kualitas daging yang unggul.

Kesuksesan Arel menarik perhatian kaum perempuan di Sagitci Tengah. Melalui pelatihan peningkatan ekonomi yang diselenggarakan oleh Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) dalam Program Sipaumat pada bulan November 2024, yang didanai oleh Program Estungkara melalui Kemitraan Jakarta, semangat ini menyebar ke kelompok ibu-ibu.

Dukungan dari YCMM dan Kemitraan ini menitikberatkan pada inklusi sosial dan perspektif gender. Hasilnya, terbentuklah kelompok ternak perempuan bernama Riu Riu Akek. Arel mengakui bahwa kelompok ibu-ibu ini menunjukkan ketelitian yang luar biasa.

"Kelompok Riu Riu Akek ini anggotanya tangguh. Keinginan belajar mereka sangat kuat, itulah yang membuat saya semangat mendampingi mereka," ujar Arel bangga.

Pelibatan Perempuan untuk mengelola ternak tak hanya soal ekonomi namun bagi Arel, ini juga ruang membangun keadilan dan ketahanan sosial terutama bagi perempuan kepala rumah tangga atau mereka yang memiliki beban ganda.

Ternak babi di Mentawai dipandang sebagai "tabungan hidup". Dengan ternak yang sehat, para perempuan memiliki cadangan ekonomi untuk masa depan, baik untuk biaya pendidikan maupun stok daging saat upacara pernikahan anak-cucu tanpa harus membeli dengan harga tinggi.

Meski bergerak secara swadaya, Arel memastikan langkahnya tetap profesional. Ia rutin berkoordinasi dengan dokter hewan yang terkait standarisasi vaksin dan vitamin agar sesuai dengan aturan medis yang berlaku.

Kehadiran Arel mengisi celah layanan pemerintah yang terkadang sulit dijangkau. Ibu Nurtiana, anggota kelompok Riu Riu Akek, menyebut Arel sebagai sosok mantri hewan lokal.

"Arel adalah putra daerah, dia mudah ditemui setiap saat untuk konsultasi. Dengan adanya dia, kami jadi tahu apa yang harus dilakukan agar ternak kami sehat," tutup Nurtiana.