Diskusi Pemodelan Matematika untuk Berpikir Kritis dan Pencapaian SDGs di FMIPA Unesa
Logika News - Profesor Ebenezer Bonyah dari University of Skills Training and Entrepreneurial Development, Kumasi, Ghana, membahas pemodelan matematika sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada kuliah umum di FMIPA Unesa.
Awal Kejadian
Kuliah umum ini merupakan bagian dari program Visiting Top Professor di FMIPA Unesa yang bertujuan mendorong pencapaian target SDGs di lingkungan akademik. Diskusi ini menandai puncak dari serangkaian kuliah sebelumnya yang membahas fenomena saintifik dan sains interdisipliner.
Perkembangan
Dalam pemaparannya, Bonyah menjelaskan bahwa pemodelan matematika adalah proses yang mentransformasikan realitas empiris ke dalam representasi matematis. Hal ini penting untuk memahami masalah, merumuskan solusi, dan memprediksi masa depan. Ia menekankan bahwa penguasaan kompetensi sains data dan pemodelan sangat krusial di era disrupsi.
Bonyah juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pendidikan matematika, termasuk kecemasan siswa terhadap mata pelajaran ini. Ia mengusulkan bahwa pendekatan pengajaran harus lebih konseptual dan relasional daripada sekadar prosedural. Selain itu, pemodelan matematika dapat diterapkan dalam konteks lokal Indonesia, seperti dalam sistem transportasi dan mitigasi bencana.
Kondisi Terakhir
Di akhir diskusi, Bonyah menegaskan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data untuk menghindari bias dan subjektivitas dalam proses pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa pemodelan matematika bukan hanya teori, tetapi juga alat praktis yang dapat membantu peradaban dalam menghadapi tantangan di era digital dan mendukung pencapaian SDGs.




