Kelas Literasi Digital untuk Komunitas Tuli di Wonosobo
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID - Sebanyak 20 individu dari komunitas tuli di Wonosobo mengikuti kegiatan literasi digital yang bertajuk Kelas Ayo Bareng Tular Nalar. Acara ini berlangsung di Sekolah Donbosco, Wonosobo, dan bertujuan untuk mendorong literasi digital yang lebih inklusif dan ramah disabilitas.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Mafindo Wonosobo, Komunitas Tuli, dan Forum Ramah Disabilitas Universitas Muhammadiyah Magelang. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia.
Kelas ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman komunitas tuli mengenai manfaat dan risiko yang ada di dunia digital, termasuk isu hoaks, penipuan daring, dan keamanan data pribadi. Dalam penyampaian materi, fasilitator tuli menggunakan bahasa isyarat, sehingga menciptakan suasana belajar yang inklusif dan partisipatif.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wonosobo, Fahmi Hidayat, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai manifestasi komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat digital yang inklusif. Menurutnya, peserta diajak berinteraksi melalui permainan kelompok bertema digital yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta membangun semangat kolaborasi.
"Di era digital yang serba cepat ini, akses terhadap informasi tidak boleh meninggalkan siapa pun, termasuk saudara-saudara kita dari komunitas tuli," ujar Fahmi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif semacam ini, yang sejalan dengan upaya untuk membangun transformasi digital yang merata dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Fahmi menambahkan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memilah informasi, mengenali potensi bahaya di dunia maya, serta membangun kesadaran tentang hak dan keamanan digital. "Penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk mendapatkan ruang belajar yang setara, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dan kritis di ruang digital," katanya.
Fahmi berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak komunitas disabilitas di berbagai wilayah Wonosobo, demi mewujudkan visi Kabupaten Wonosobo sebagai daerah yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.




