Balai Bahasa Jawa Tengah Tingkatkan Literasi Pelajar di Purworejo
Logika News - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengajak 100 pelajar di Purworejo untuk meningkatkan kemampuan berliterasi dan bernalar kritis, sebagai upaya mengatasi krisis literasi di kalangan pelajar.
Awal Kejadian
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laili Sukmawati, menekankan pentingnya perhatian terhadap rendahnya kemampuan literasi pelajar. Dalam acara Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis yang diadakan di SMAN 1 Purworejo, Dwi menjelaskan bahwa pendekatan komprehensif dibutuhkan di berbagai jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA.
Perkembangan
Dalam kegiatan ini, 100 pelajar yang hadir merupakan perwakilan dari 10 sekolah di Purworejo yang memiliki nilai rendah dalam Asesmen Nasional. Dwi menyatakan bahwa mereka akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya literasi dan diharapkan dapat menciptakan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Kondisi Terakhir
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengungkapkan bahwa data cermin literasi Indonesia masih belum memenuhi target. Skor kemampuan pelajar Indonesia dalam menggunakan teks dalam konteks kehidupan nyata tercatat 359, jauh di bawah rata-rata negara lain yang mencapai 476. Rerata literasi nasional berdasarkan data Asesmen Nasional juga masih di angka 62,17, di bawah harapan RPJMN yang menetapkan target 64,89.




