Waspada Masalah Kesehatan Kulit Perempuan Selama Ramadan
Parapuan.co - Kawan Puan, selama Ramadan biasanya kita lebih fokus menjaga stamina agar tetap kuat berpuasa. Namun di balik itu, ada sejumlah gejala kesehatan yang justru banyak dialami perempuan selama bulan suci.
Berdasarkan Halodoc Indonesia Health Insights Report 2026 Q1, tren konsultasi kesehatan perempuan meningkat di beberapa aspek selama Ramadan. Perubahan pola makan, tidur, hingga tekanan emosional menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tubuh.
Masalah Kulit yang Meningkat di Awal Ramadan
Masalah kesehatan dan kecantikan kulit sering kali tidak menjadi sorotan utama saat membahas adaptasi puasa. Padahal, data menunjukkan keluhan jerawat justru meningkat signifikan di minggu pertama Ramadan.
Konsultasi terkait jerawat tercatat naik 22% dibandingkan rata-rata periode biasanya. Keluhan yang paling sering dirasakan meliputi jerawat meradang, bruntusan, komedo, hingga bekas jerawat, beberapa perempuan juga mengeluhkan rasa gatal, perih, dan kemerahan.
Menariknya, sejumlah penelitian dari National Library of Medicine menunjukkan hal sebaliknya, bahwa puasa juga dapat memberi efek positif pada beberapa keluhan pada kulit. Perbaikan ini dikaitkan dengan perubahan sistem imun yang membantu meredakan peradangan pada tubuh.
Secara sederhana, pembatasan asupan kalori dalam periode tertentu dapat membantu menekan respons peradangan berlebih. Namun, efek ini tetap dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup masing-masing individu.
Untuk menjaga kesehatan kulit selama berpuasa, Kawan Puan bisa mengonsumsi kurma secukupnya saat berbuka karena gula alaminya relatif stabil bagi tubuh. Atur juga pola minum agar tetap memenuhi kebutuhan sekitar delapan gelas per hari.
Siasati kurang tidur dengan power nap singkat di siang atau sore hari. Jangan lupa rutin menggunakan skincare, termasuk pelembap bibir, untuk mencegah dehidrasi kulit.




