Mastercard Strive Tingkatkan Akses Kredit untuk Pengusaha Perempuan
Logika News - Mastercard dan Mercy Corps Indonesia merilis laporan Barometer ketiga tentang Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2025/2026 pada Rabu (26/2/2026). Data menampilkan, pengusaha perempuan mengambil kredit lebih rendah meskipun pola kepemilikan usaha kuat.
Ini mencerminkan hambatan dari sisi penawaran dan kehati-hatian finansial yang tertanam secara sosial. Sebanyak 16% usaha yang dipimpin perempuan melaporkan mengakses kredit, dibandingkan dengan 20% yang dipimpin laki-laki dan 26% yang dipimpin bersama.
Aileen Goh, Country Manager, Indonesia, Mastercard, mengatakan Mastercard Strive menjadi lebih penting terutama untuk meningkatkan akses kredit bagi pengusaha perempuan. “Mastercard Strive Indonesia telah membantu lebih dari 26.500 pelaku usaha untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp140 miliar. 97% pelaku usaha tersebut merupakan Perempuan,” ungkapnya di Jakarta.
Mintarsih, Pengusaha Kudapeu (kerupuk daun sampeu) pun merasakan dampak langsung dari Mastercard Strive Indonesia. Sebelumnya, akses pasar produk Kudapeu masih terbatas pada penjualan offline ke pesantren terdekat. Ini menyebabkan pemasukan yang inkonsisten, bahkan penurunan sampai 60% saat musim liburan.
Melalui Mastercard Strive, Mintarsih belajar tentang literasi keuangan, pemasaran digital, hingga penjualan di akun ecommerce. “Pelatihan dan pendampingani ntens dari Bu Enung (mentor Mastercard Strive) pun berdampak pada peningkatan omset Kudapeu sebesar 60% dalam tiga bulan setelah pelatihan,” ucapnya.
Setali tiga uang dengan Marche Olivia yang memiliki usaha jamu dengan brand Jarnu. Kala itu, Jarnu belum memiliki catatan keuangan dan tabungan yang rutin. Baru ketika bertemu dengan mentor Mastercard Strive, akhirnya Olivia belajar literasi keuangan, dan mengakses dompet digital.




