Pesantren Ramadan PCA Kotagede: Meningkatkan Peran Perempuan untuk Keluarga Sakinah
Sumber Foto: - Majalah Suara 'Aisyiyah
Sosial

Pesantren Ramadan PCA Kotagede: Meningkatkan Peran Perempuan untuk Keluarga Sakinah

Logika News - Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Tabligh & Ketarjihan (MTK) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kotagede, Yogyakarta menggelar Pesantren Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini mengangkat tema “Ramadan Momentum Penguatan Perempuan sebagai Pilar Utama Keluarga Sakinah yang Berkemajuan, Cerdas, dan Mandiri.

Tema tersebut relevan sebagai upaya kader ‘Aisyiyah mengisi bulan penuh berkah ini dengan penguatan kapasitas. Harapannya, kader ‘Aisyiyah Kotagede menjadi perempuan yang berkemajuan, cerdas, dan mandiri sehingga mampu mewujudkan keluarga sakinah.

Pesantren ini berlangsung pada pekan kedua Ramadan, yakni hari Ahad, (22/2/2026). Peserta merupakan personalia Pimpinan Cabang dan perwakilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Se-Kotagede.

Dalam sambutannya, Ketua PCA Kotagede, Muftiyah Hidayati mendorong ibu-ibu untuk memanfaatkan momentum Ramadan ini sebagai sarana penguatan keluarga sakinah, berkemajuan, cerdas, dan mandiri.

Ia juga berharap agar semua peserta mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan mengambil makna, lebih-lebih bisa merealisasikan.

Setelah pembukaan secara resmi oleh Ketua PCA Kotagede, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari dua narasumber dengan moderator Fitri Maulidah.

PHIWM Panduan Warga Muhammadiyah

Narasumber pertama adalah Muhammad Hatta, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kotagede. Ia mengulas materi : “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Hatta menyampaikan, bahwa PHIWM merupakan pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah di lingkungan pribadi, keluarga, maupun Masyarakat.

“Termasuk dalam berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Selain itu, PHIWM juga menjadi panduan warga Muhammadiyah untuk melestarikan lingkungan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan seni dan budaya. “Ini semua untuk menunjukkan perilaku uswatun hasanah (teladan yang baik),” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya sangat tepat apabila ibu-ibu ‘Aisyiyah yang merupakan perempuan Muhammadiyah tidak hanya sekedar tahu tapi juga perlu memahami PHIWM.

“Karena di PHIWM itu tertulis tata aturan yang perlu dipahami warga persyarikatan, karena tujuan PHIWM adalah terbentuknya perilaku inividu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah. Ini menunjukkan keteladanan yang baik menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ulasnya.

Pada sesi ke-2, narasumber adalah Dewi Widiastuti, salah satu Pimpinan Majelis PAUD Dasmen PDA Kota Yogyakarta yang juga Pengawas pendidikan kota Yogyakarta.

Ia menyampaikan materi dengan tema Perempuan Pilar Utama dalam Keluarga. Dalam paparannya, Dewi menyampaikan bahwa perempuan memiliki beberapa peran dalam Islam, antara lain:

Merupakan amanah Allah dengan kedudukan mulia

Sebagai ibu, istri, pendidik pertama, madrasah pertama bagi anak-anaknya

Perannya sangat menentukan kualitas generasi penerus

Dengan peran-peran tersebut, maka tugas sebagai perempuan itu tidaklah mudah. “Namun semua dapat dilaksanakan dengan mudah bila kita sebagai perempuan mampu memaknai hal tersebut,” pungkasnya. (Umih/Annis)-Nely