Warga Gowa Temukan Jasad Perempuan di Sungai Setelah Hilang Sepuluh Hari
SULAWESI.VIVA.CO.ID, GOWA --- Warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita di aliran Sungai Bollangi, wilayah Desa Timbuseng, Senin (16/2/2026).
Korban diketahui bernama Jumiati (54), yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar sepuluh hari.
Jasad korban ditemukan warga dalam kondisi membusuk dan tersangkut di antara bebatuan serta akar pohon di dasar sungai.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh anggota keluarga korban yang bersama warga melakukan pencarian.
Mereka khawatir karena korban tidak terlihat di rumah sejak 6 Februari 2026.
Petugas kepolisian dari Polsek Bontomarannu langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, diduga korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Kapolsek Bontomarannu, AKP Suhardi, mengatakan hasil visum luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan visum luar, kami belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi.
“Namun penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan secara menyeluruh penyebab kematian, apakah murni kecelakaan karena terjatuh ke sungai atau ada faktor lain,” sambungnya.
Dugaan sementara, korban terpeleset dan jatuh ke sungai saat hendak mandi di sumur yang berada di dekat aliran sungai.
Kondisi jasad yang telah membusuk juga menyulitkan proses identifikasi awal.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke rumah duka yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan.
Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan otopsi dan memilih segera memakamkan korban.
Polisi menyatakan tetap menghormati keputusan keluarga, namun penyelidikan tetap berjalan melalui pemeriksaan saksi dan penelusuran aktivitas korban sebelum dinyatakan hilang.
“Kami tetap menghormati keputusan pihak keluarga yang menolak otopsi. Meski begitu, penyelidikan tetap berjalan agar peristiwa ini terang dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” tutup Kapolsek.(*)




