Transaksi FMCG E-Commerce Indonesia Mencapai Rp 129 Triliun, Kategori Kecantikan Teratas
Lifestyle

Transaksi FMCG E-Commerce Indonesia Mencapai Rp 129 Triliun, Kategori Kecantikan Teratas

Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce Indonesia menunjukkan akselerasi signifikan dalam empat tahun terakhir. Data Compas.co.id mencatat nilai transaksi FMCG naik 168,7%, dari Rp 48 triliun pada 2022 menjadi Rp 129 triliun pada akhir 2025. Lonjakan ini menegaskan daya tahan pasar domestik di tengah tekanan ekonomi global.

Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, menyampaikan bahwa kunci memenangkan kompetisi untuk 2026 ini adalah adaptasi. Menurutnya, merek perlu memahami bahwa Shopee kini berperan sebagai Efficiency Hub, yaitu platform yang digunakan konsumen untuk belanja rutin secara cepat, praktis, dan hemat.

“Sementara itu, Shop Tokopedia Group (STG) menjadi Discovery Engine, yakni tempat konsumen menemukan dan mengenal produk baru melalui fitur shoppertainment seperti live shopping dan konten video,” ujar Hanindia dalam siaran pers kepada Marketeers, Kamis (19/2/2026).

Secara sektoral, pertumbuhan paling kuat datang dari kategori kecantikan dan perawatan diri yang melonjak 204,5% sejak 2022. Parfum menjadi sorotan dengan kenaikan 306,7%, termasuk pertumbuhan signifikan pada segmen pria sepanjang 2025, didorong inovasi merek lokal.

Di sisi lain, kategori makanan dan minuman tumbuh 147%, dengan tren pembelian grosir atau kartonan yang melesat 563%, mencerminkan preferensi konsumen pada efisiensi harga per unit.

Pemetaan kekuatan marketplace menunjukkan Shopee masih memimpin pangsa pasar dengan 55,9% pada 2025. Namun Shop Tokopedia Group mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 59% pasca-merger dengan TikTok Shop, melampaui rata-rata industri dan mempertegas perubahan lanskap kompetisi.

Di balik pertumbuhan FMCG e-commerce tersebut, terjadi seleksi pasar yang ketat. Lebih dari 1.900 merek FMCG tercatat keluar dari ekosistem karena gagal menyesuaikan strategi dengan dinamika platform dan perubahan perilaku konsumen. Compas.co.id juga melihat tren produk multifungsi akan semakin dominan, tercermin dari lonjakan penjualan suplemen dengan kandungan Astaxanthin yang naik 477%, sebagai sinyal konsumen mencari manfaat ganda dalam satu pembelian.

“Pemilik brand disarankan untuk terus memahami perilaku konsumen secara lebih presisi dan melakukan pemanfaatan data dengan cerdik dan taktis agar bisa memahami dinamika kompetisi di e-commerce dan memenangkan persaingan,” tutup Narendrata.

You can share this post!