Logika News - Di tengah pendataan sosial yang dilakukan oleh petugas negara, muncul sebuah skandal ketika seorang anggota DPRD terdaftar dalam kategori Desil 4, status yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat rentan miskin. Sementara itu, warga biasa menghadapi kecemasan terkait data yang dapat berakibat pada pencabutan subsidi dan penghapusan dari daftar penerima jaring pengaman sosial.
Pendataan ekonomi yang dilakukan di kampung-kampung telah menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Banyak yang merasa terancam oleh penilaian yang berpotensi merugikan, seperti pencabutan subsidi listrik atau hilangnya hak atas bantuan sosial. Di sisi lain, seorang anggota DPRD dengan gaji dan fasilitas yang diterima, terdaftar sebagai warga Desil 4, yang seharusnya mencerminkan kondisi ekonomi yang jauh lebih rentan.
Status Desil 4 memungkinkan oknum berkecukupan untuk mengakses berbagai program pemerintah tanpa menimbulkan kecurigaan. Mereka tidak akan mendapatkan bantuan sosial yang terlihat, sehingga aman dari pengawasan sosial. Dalam sistem digital kementerian, status ini memberi akses pada fasilitas seperti jaminan pendidikan dan kesehatan gratis, meskipun kenyataan ekonomi mereka tidak mencerminkan status tersebut.
Publik mulai mempertanyakan keabsahan data dan moral hazard yang muncul dari situasi ini. Masyarakat menilai bahwa pejabat yang tidak mengambil inisiatif untuk memperbaiki statusnya di database negara menunjukkan keserakahan struktural. Selain itu, ketidakmampuan aparatur lokal dalam memperbarui data memperburuk keadaan, menciptakan kesenjangan antara yang berkuasa dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penegasan untuk melakukan verifikasi data yang transparan dan akuntabel menjadi tuntutan yang semakin mendesak di tengah ketidakpuasan masyarakat.