SD Insan Amanah Laksanakan Science and Art Project Expo 2026 untuk Latih Nalar Kritis Siswa
Nalar Data

SD Insan Amanah Laksanakan Science and Art Project Expo 2026 untuk Latih Nalar Kritis Siswa

MALANG – Suasana di SD Insan Amanah pada Sabtu (2/5) lalu terlihat berbeda. Ratusan siswa tidak berada di dalam kelas, melainkan berdiri di depan meja pameran, mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan orang tua dan guru. Gelaran yang bertajuk Science and Art Project Expo 2026 ini resmi dibuka dengan tujuan untuk membuktikan kemampuan nalar kritis siswa sejak dini.

Acara ini bukanlah pameran biasa, melainkan merupakan wadah bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar mereka. SD Insan Amanah mengadopsi pendekatan STEAMS, yang menggabungkan Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Spiritual. Dengan demikian, seni menjadi penyeimbang dalam proses pembelajaran, sementara nilai spiritual berfungsi sebagai fondasi yang kokoh.

Dalam expo ini, siswa melewati enam tahapan yang ketat, yaitu observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis, pelaksanaan eksperimen, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Tujuannya adalah untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang objektif dan berpikir ilmiah.

Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd, menegaskan pentingnya membiasakan berpikir ilmiah sejak dini. "Kita ingin siswa bernalar kritis, solutif, dan tidak mudah termakan hoaks," ujarnya.

Salah satu sorotan utama dalam pameran adalah ensiklopedia mandiri yang disusun siswa. Mereka tidak hanya menyalin data, tetapi menyusun narasi tentang botani hingga zoologi berdasarkan riset mereka sendiri. Untuk siswa di kelas kecil, penggunaan ilustrasi tangan membantu memperkuat pemahaman visual, seperti gambar siklus hidup serangga dan pertumbuhan kecambah.

Tahun ini, tantangan bagi siswa meningkat, di mana setiap siswa diwajibkan untuk melakukan presentasi secara individu, tanpa bergantung pada kerja kelompok. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab di antara siswa. "Setiap anak memiliki keistimewaan. Kami memberikan ruang bagi potensi tersebut untuk berkembang melalui tantangan nyata," ungkap Dini, sapaan akrab Dr. Suhardini.

SD Insan Amanah juga sedang bertransformasi dalam modifikasi kurikulum nasional, dengan fokus pada kompetensi bawaan anak, bukan sekadar hafalan. "Pendidikan hari ini tidak bisa hanya terpaku pada teks. Siswa harus memahami tujuan dan manfaat dari setiap proses yang mereka jalani," tambahnya.

Ada tiga parameter keberhasilan dalam program ini: sistematisnya proses berpikir, ketajaman kemampuan komunikasi, dan tumbuhnya rasa percaya diri. Science and Art Project Expo kali ini diikuti oleh siswa kelas 1, 2, dan 3. Namun, antusiasme ini telah menjalar ke seluruh sekolah, dengan siswa kelas 4 dan 5 dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam gelaran berikutnya.

Melalui expo ini, SD Insan Amanah menunjukkan bahwa penguasaan metode ilmiah adalah fondasi masa depan yang dibangun dengan logika yang tajam dan iman yang kokoh.

You can share this post!