Presiden Jokowi Tanggapi Survei Ketidakpercayaan Terhadap Isu Ijazah Palsu
Sumber Foto: dialeksis.com
Logika Fakta

Presiden Jokowi Tanggapi Survei Ketidakpercayaan Terhadap Isu Ijazah Palsu

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memberikan tanggapan terhadap hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengenai tingkat ketidakpercayaan masyarakat terhadap isu ijazah palsu yang menimpanya. Dalam survei tersebut, sekitar 66 persen responden menyatakan tidak percaya bahwa Jokowi telah memalsukan ijazahnya.

Dalam pernyataannya di kediamannya di Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah, Jokowi menegaskan bahwa mayoritas masyarakat memiliki kemampuan berpikir yang logis dan sehat. "Ya artinya masyarakat memiliki logika dan penalaran yang sehat. Memiliki logika, logika penalaran yang sehat, artinya itu. Karena logikanya memang nggak masuk (akal)," ungkapnya, merujuk pada hasil survei tersebut.

Jokowi juga mengakui bahwa terdapat 19 persen masyarakat yang masih meyakini bahwa ijazahnya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu. Ia memandang hal itu sebagai hal yang wajar, mengingat adanya perbedaan pendapat di tengah masyarakat. "Ya, pasti ada yang pro, ada yang kontra, ada percaya, ada yang nggak percaya," tambahnya.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa ia menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada proses hukum. Ia menyatakan bahwa pengadilan akan memberikan kesempatan untuk memastikan keaslian ijazahnya jika diperlukan. "Tapi semuanya nanti kita serahkan pada proses hukum. Nanti di pengadilan akan terbuka semuanya secara jelas dan gamblang terang-benderang semuanya. Karena di situ pasti nanti ada fakta-fakta, ada bukti-bukti, ada saksi-saksi, semuanya akan dibuka di sidang pengadilan," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa sekitar 75,9 persen masyarakat mengetahui tentang tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi. Survei ini dilakukan terhadap 1.286 responden melalui wawancara telepon dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 93 persen.