Pernyataan IDI Terkait Hoaks Pesan Berantai Soal Pandemi Covid-19
Beredar informasi yang menyesatkan di media sosial dan aplikasi percakapan mengenai pernyataan yang diklaim berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pandemi virus corona (Covid-19). Postingan ini mulai banyak dibagikan sejak pekan lalu, dengan salah satu penyebar adalah akun bernama Tn Tara PBworked yang mengunggahnya di Facebook pada tanggal 21 Maret 2021.
Dalam postingan tersebut, penulis mengklaim bahwa wabah Covid-19 merupakan fitnah dan alat penjajahan oleh negara lain. Unggahan itu juga menyebut bahwa tidak ada pandemi dan mengajak masyarakat untuk berpikir kritis serta tidak terjebak dalam apa yang disebut sebagai kebodohan global. Selain itu, berbagai argumen juga disampaikan untuk meragukan kebenaran Covid-19, termasuk perbandingan dengan situasi di negara-negara tertentu.
Penjelasan dari IDI
Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI, Dr. Adib Khumaidi, menyatakan bahwa pesan berantai dan postingan tersebut adalah hoaks. Ia menegaskan bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan rilis seperti yang dicantumkan dalam unggahan tersebut.
"Pesan berantai dan postingan itu hoaks. IDI tidak pernah mengeluarkan rilis seperti itu," ujarnya dalam keterangan yang diambil pada tanggal 22 Maret 2021.
Dr. Adib juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar, dan sebaiknya mencari informasi dari sumber resmi, termasuk rilis resmi dari organisasi kesehatan yang terpercaya.
Senada dengan Dr. Adib, Ketua Bidang Data dan Sistem Informasi Tim Mitigasi PB IDI, dr. Seno Purnomo, menjelaskan bahwa hoaks tersebut telah beredar sejak pertengahan tahun 2020 dan kontennya terus ditambahkan seiring waktu. Ia mengingatkan bahwa informasi semacam ini dapat menyesatkan dan berbahaya bagi masyarakat.
Kesimpulan
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa informasi yang menyebutkan pernyataan IDI terkait pandemi Covid-19 dalam postingan yang beredar adalah tidak benar dan tergolong hoaks.




