Pernyataan Adik Angkatan Jokowi dan Tanggapan Terhadap Isu Ijazah Palsu
Isu mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali mengemuka setelah beberapa pihak mempertanyakan validitasnya. Namun, beberapa rekan satu angkatan Jokowi yang kini masih hidup memberikan bantahan terhadap tuduhan tersebut.
Budi, salah satu teman angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa jika ijazah Jokowi benar-benar palsu, maka teman-teman seangkatannya akan menjadi pihak pertama yang melaporkan hal itu kepada pihak berwenang. Ia menyatakan, "Ngapain ngurusi KKN Jokowi, orang yang pernah kuliah di UGM juga tahu kalau Jokowi alumni UGM, toh teman-teman angkatannya masih banyak."
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa rekan-rekannya dari angkatan 80, yang merupakan angkatan pertama yang melakukan demonstrasi dan melapor ke polisi ketika Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo, akan menjadi saksi hidup yang bisa membuktikan keaslian ijazah tersebut.
Selain itu, Budi juga merespons pernyataan Rismon Sianipar, yang membandingkan skripsi Jokowi dengan skripsi teman sekelasnya. Rismon mencatat bahwa skripsi Jokowi ditulis menggunakan komputer, sementara skripsi temannya terlihat ditulis dengan mesin ketik. Meskipun ada perbedaan dalam cara penulisan, keduanya memiliki dosen pembimbing yang sama, yakni Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro, meskipun terdapat perbedaan pada ejaan nama, di mana Jokowi menulis "Soemitro".
Budi menyatakan bahwa ia lebih mempercayai kredibilitas UGM. Ia juga menyoroti bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi, mengakui bahwa Presiden ke-7 tersebut adalah alumni UGM. Oleh karena itu, menurut Budi, argumen yang diajukan oleh Roy Suryo dan pihak-pihak lainnya mengenai keaslian ijazah Jokowi dianggapnya terlalu mengada-ada.
"Untuk membuktikan keasliannya tinggal ditanyakan ke UGM dan teman-teman seangkatan Jokowi," tutup Budi.




