Penjelasan Terkait Cacar Monyet dan Vaksin AstraZeneca: Fakta yang Perlu Diketahui
Sumber Foto: Tirto.id
Logika Fakta

Penjelasan Terkait Cacar Monyet dan Vaksin AstraZeneca: Fakta yang Perlu Diketahui

Sejak pertengahan Mei 2022, wabah cacar monyet atau monkeypox telah dilaporkan menyerang sejumlah orang di berbagai negara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 10 Juni 2022, terdapat laporan mengenai 1.536 kasus terduga cacar monyet di delapan negara Afrika, dengan 59 kasus terkonfirmasi dan 72 kematian. Saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus monkeypox, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Sementara itu, informasi yang mengaitkan cacar monyet dengan vaksin AstraZeneca mulai beredar di media sosial. Salah satu unggahan di Facebook mengklaim ada hubungan antara vaksin tersebut dan wabah cacar monyet, dengan menyoroti kandungan adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca.

Memahami Monkeypox

Menurut WHO, cacar monyet adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox, yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1958 di Denmark dan berpotensi menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi.

Gejala awal monkeypox mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening, sebelum muncul ruam pada kulit. Penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 14 hingga 21 hari.

Adenovirus Simpanse dalam Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca menggunakan vektor adenovirus simpanse, namun penting untuk dicatat bahwa vektor ini tidak memiliki hubungan dengan cacar monyet. Adenovirus simpanse dalam vaksin telah dimodifikasi secara genetik untuk menghindari risiko infeksi pada manusia.

Dalam proses pembuatan vaksin, adenovirus simpanse membawa informasi genetik dari virus SARS-CoV-2, sehingga dapat memicu respons kekebalan tubuh tanpa menyebabkan penyakit. Menurut para ahli, adenovirus ini tidak dapat menyebabkan infeksi, karena telah direkayasa secara khusus untuk tujuan vaksinasi.

Kesimpulan

Setelah meneliti informasi yang beredar, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara cacar monyet dan vektor adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca. Vaksin ini telah terbukti aman dan efektif melalui berbagai uji klinis yang melibatkan ribuan partisipan. Oleh karena itu, klaim yang mengaitkan keduanya dianggap sebagai informasi yang salah dan menyesatkan.