Selain bangun PSEL di 33 lokasi, solusi level bawah kini jadi prioritas.
Red: Friska Yolandha
Foto: Dok Republika
Menteri Koordinator Bidang Pangan, sekaligus Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, Zulkifli Hasan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengidentifikasi teknologi pengelolaan sampah di tingkat paling dasar. Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026), mengatakan selain akan membangun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di 33 lokasi, pihaknya juga menyasar pengelolaan sampah di tingkat paling bawah, yaitu desa.
"Kemarin rapat terakhir kita beri waktu satu bulan agar ada teknologi selain waste to energy, tetapi juga untuk sampah level yang lebih kecil. Perlu dukungan riset dari BRIN dan inovasi teknologi untuk mengatasi kedaruratan sampah," ujarnya.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Beri Promo Rutin Pertamax Green 95 dan Pengisian Kendaraan Listrik di SPKLU
Efek Monyet Punch, Boneka Orangutan IKEA Ludes Terjual
Trump Takut Rudal Iran Sampai Amerika, Jadi Propaganda untuk Menyerang Seperti AS Duduki Irak?
"PSEL sudah mulai jalan tetapi hanya efektif untuk kota-kota besar saja," tutur menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut.
Selain BRIN, pihaknya juga sudah meminta Kemdiktisaintek serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk segera merumuskan jenis dan spesifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Hal itu mengingat PSEL hanya mampu menyelesaikan 20 persen dari timbulan sampah nasional dan efektif digunakan untuk wilayah kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : ANTARA
Advertisement
Zulkifli Hasan
BRIN
pengelolaan sampah
PSEL
waste to energy
KLH
teknologi sampah desa
TPA
open dumping
Berita Terkait
Esgnow - 30 April 2026, 11:10
Strategi Jumhur Hidayat Hadapi Krisis Sampah dan El Nino
Esgnow - 27 April 2026, 19:28
Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Prioritaskan Reformasi Pengelolaan Sampah
Ekonomi - 26 April 2026, 12:37
Atasi Krisis Sampah, PLN Dukung Percepatan PSEL di Denpasar, Bogor, dan Bekasi
Rejogja - 26 April 2026, 01:52
AHY Kagum Kampung Mrican Sleman yang Dulu Kumuh Kini Jadi Tertata Rapi
Ekonomi - 25 April 2026, 15:09
APPMGI Dorong Penguatan Rantai Pasok MBG
Rejabar - 24 April 2026, 15:07
KDS Dorong Ekowisata Citarik Jadi Model Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa
Esgnow - 24 April 2026, 13:34
Beban Sampah Bantargebang Capai 8.000 Ton per Hari, Menteri LH Dorong Transformasi
Esgnow - 22 April 2026, 07:10
Target Zero Waste 2029, Apa yang Harus Dilakukan?
Berita Lainnya
Ekonomi - Jumat , 01 May 2026, 22:47 WIB
Harga Minyak Berpotensi 140 Dolar Per Barel, Iran: Akibat Trump Percaya 'Nasihat Sampah' Menterinya
Ekonomi - Jumat , 01 May 2026, 22:05 WIB
Harga Rata-Rata Bensin di AS Capai Level Tertinggi Sejak Juli 2022
Ekonomi - Jumat , 01 May 2026, 20:22 WIB
Transisi Energi Disebut Butuh 1,7 Juta Tenaga Kerja, Kampus ITPLN Coba Ambil Peran
Ekonomi - Jumat , 01 May 2026, 16:49 WIB
Astra Bukukan Laba Bersih Rp 5,85 triliun di Kuartal I-2026
Ekonomi - Jumat , 01 May 2026, 16:44 WIB
PLN Luncurkan Proyek PLTS 1,225 GW, Tonggak Baru Transisi Energi RI