Pelanggaran Data Pribadi: Oknum HRD di Bogor Diduga Salahgunakan Identitas Pelamar Kerja
Sumber Foto: bogor.tribunnews.com
Nalar Data

Pelanggaran Data Pribadi: Oknum HRD di Bogor Diduga Salahgunakan Identitas Pelamar Kerja

Seorang pelamar kerja asal Kabupaten Bogor, Dewi Rahmawati, mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan setelah mengajukan lamaran pekerjaan di sebuah perusahaan garmen di Kota Bogor. Kejadian tersebut bermula lima bulan lalu ketika Dewi mengirimkan berkas lamaran, setelah sebelumnya melamar di lima perusahaan lainnya tanpa hasil.

Alih-alih menerima kabar baik, Dewi terkejut saat mengetahui bahwa data pribadinya telah disalahgunakan untuk membuka rekening di bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa sepengetahuannya. Kejanggalan ini terungkap pada 5 Juli 2024 ketika ia mencoba mendaftar untuk aplikasi perbankan baru.

"Niatnya mau membuka aplikasi rekening untuk berburu diskonan. Namun, saat mendaftar, saya menemukan ada rekening atas nama saya dengan saldo lebih dari Rp10 juta," ujar Dewi ketika diwawancarai.

Setelah menyadari adanya penyalahgunaan data, Dewi segera menghubungi customer service bank untuk meminta klarifikasi. Ia kemudian diarahkan untuk mengunjungi kantor cabang terdekat guna menjelaskan masalah yang dihadapinya. Namun, jawaban yang diterima tidak memuaskan, dan ia pulang dengan kebingungan.

"Saya sambil nangis terus itu karena kaget. Ketika dijelaskan, rekening itu didaftarkan oleh perusahaan, dan katanya bisa saja karena perusahaan yang memohon itu terpercaya," tambah Dewi.

Dewi semakin terkejut ketika dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai oknum HRD dari perusahaan tempatnya melamar. Oknum tersebut menyatakan, "Mba, rekeningnya ada di saya. Jangan ke pihak bank lagi ya, ini kita selesaikan saja secara kekeluargaan. Nanti saya ke rumah mba, saya bawa ATM dan buku tabungan atas nama mba, biar nanti mba yang ke pihak bank untuk memblokir," ujarnya.

Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi dan etika dalam proses rekrutmen. Kasus ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama dalam era digital di mana penyalahgunaan data dapat terjadi dengan mudah.