Ni Luh Sri Enim: Perempuan Berdaya di Dunia Usaha
RRI.CO.ID, Singaraja — Peran perempuan dalam dunia usaha semakin menunjukkan perkembangan signifikan. Hal ini dibuktikan oleh pelaku UMKM kuliner asal Buleleng, Ni Luh Sri Enim, yang sukses membangun usaha Paon Enim dan menjadikannya sebagai produk lokal yang diminati hingga ke luar daerah dan mancanegara.
Bu Enim mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi perbedaan peluang antara laki-laki dan perempuan dalam berkarya dan berusaha.
“Sekarang laki-laki dan perempuan itu sama. Bukan untuk bersaing, tetapi untuk sama-sama tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi, selama memiliki kepercayaan diri, kemauan belajar, disiplin, dan komitmen. Ia juga mengatakan pentingnya manajemen waktu bagi perempuan yang memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha.
“Kita sebagai ibu rumah tangga yang mengatur waktu. Bisa bangun lebih awal, lebih produktif, dan menyesuaikan antara keluarga dan usaha,” ujarnya.
Bu Enim juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam menjalankan usaha. Menurutnya, peran suami, anak, dan keluarga besar sangat membantu, baik dalam bentuk dukungan moral maupun promosi.
“Support keluarga itu luar biasa. Mereka membantu di rumah, membantu promosi, dan selalu memberi semangat,” katanya.
Dalam menghadapi tantangan usaha, ia mengatakan pentingnya mental yang kuat. Menurutnya, pelaku usaha harus siap menerima kritik, komplain pelanggan, hingga kondisi penjualan yang naik turun.
“Yang penting mental. Harus berani menerima kritik dan masukan. Dari situ kita bisa berkembang,” ujarnya.
Selain itu, strategi mempertahankan kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Bu Enim memastikan bahan baku yang digunakan berasal dari pemasok terpercaya serta berani mengganti produk jika terjadi kerusakan dalam proses distribusi.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan pelanggan.
“Kalau ada produk yang rusak saat pengiriman, kami ganti. Itu untuk menjaga nama baik dan kepercayaan pelanggan,” katanya.
Dalam era digital, ia juga memanfaatkan berbagai platform seperti media sosial, marketplace, dan jejaring relasi untuk memperluas pemasaran. Ia menilai, adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci penting dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di akhir perbincangan, Bu Enim mengajak perempuan untuk berani mengambil peran dalam dunia usaha dan tidak ragu memulai dari hal sederhana.
“Perempuan harus percaya diri, berdaya, dan mandiri. Apa pun hobinya, kalau ditekuni bisa menjadi peluang usaha,” ucapnya.
Kisah Bu Enim menjadi bukti bahwa ketekunan, keberanian, dan dukungan lingkungan mampu mengantarkan perempuan meraih kesuksesan, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah.




