Netanyahu: Israel dan AS Punya Takdir yang Sama
Internasional

Netanyahu: Israel dan AS Punya Takdir yang Sama

Logika News - Menurut kantor berita TASS pada 5 Juli, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Presiden AS Donald Trump dan rakyat Amerika sebagai "teman dekat" dalam sebuah pesan ucapan selamat kepada AS atas Hari Kemerdekaan ke-250.

"Meskipun kita tinggal di benua yang berbeda, ada ikatan yang kuat di antara kita, karena kita memiliki takdir yang sama."

Kita semua memahami bahwa kebebasan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. ​​Kebebasan harus terus diperjuangkan dan dilindungi," Netanyahu berbagi di platform media sosial X.

Perdana Menteri Israel memuji Amerika Serikat sebagai "kekuatan terbesar untuk kebebasan yang pernah dikenal dunia modern," dan menegaskan bahwa Israel bangga berdiri berdampingan dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, aliansi antara kedua negara tidak hanya didasarkan pada kepentingan tetapi juga dibangun atas dasar nilai-nilai bersama.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga melakukan panggilan telepon selama hampir 90 menit dengan Presiden Donald Trump.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, Putin secara pribadi mengirimkan ucapan selamat kepada Trump dan rakyat Amerika atas peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan negara tersebut.

Moskow mengatakan ini adalah panggilan telepon keempat antara kedua pemimpin tahun ini, yang berlangsung dalam suasana "kerja dan konstruktif".

Pihak Rusia juga menyatakan bahwa Trump menegaskan kembali kes readiness-nya untuk mendukung upaya mempromosikan solusi yang akan mengakhiri pertempuran di Ukraina secepat mungkin.

Menurut Euronews, pada kesempatan Hari Kemerdekaan AS, banyak pemimpin dunia juga mengirimkan ucapan selamat dan menekankan pentingnya hubungan mereka dengan Washington.

Para pemimpin dari Jerman, Italia, Islandia, dan Polandia semuanya menyoroti kemitraan transatlantik dan nilai-nilai bersama tentang kebebasan dan demokrasi, sementara Prancis menerangi Menara Eiffel dengan warna bendera Amerika untuk menandai tonggak sejarah tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji "Impian Amerika" sebagai salah satu aspirasi terbesar umat manusia, sekaligus menyatakan bahwa Ukraina berjuang untuk kemerdekaan, kebebasan, dan hak untuk mengejar kebahagiaan, seperti yang pernah dilakukan oleh orang Amerika.

You can share this post!