Menggali Realitas Gelap Industri Pertambangan Melalui Buku 'Teruslah Bodoh Jangan Pintar'
Buku Teruslah Bodoh Jangan Pintar mengungkap sisi kelam dari industri pertambangan yang sering kali terabaikan. Penulis menjelaskan bagaimana dampak eksploitasi sumber daya alam berlebihan dapat menciptakan bencana lingkungan, di tengah berbagai bencana alam yang belakangan ini melanda Indonesia.
Alur Cerita yang Menarik
Buku ini menggunakan alur maju mundur yang memberikan keunikan tersendiri dalam proses pembacaan. Meskipun beberapa hasil konsensus dapat diprediksi sejak awal, pembaca tetap ditemani dengan cerita yang rumit mengenai alur dengar pendapat dan juga perspektif historis terkait Dwifungsi ABRI, yang menambah kedalaman narasi.
Kisah Para Korban
Salah satu aspek paling menyentuh dalam buku ini adalah kisah para korban yang terpaksa membayar mahal akibat kerakusan industri pertambangan. Terdapat kisah menyedihkan tentang seorang saksi kunci yang tewas sebelum dapat memberikan kesaksian di persidangan, menciptakan ketidakadilan yang sangat mencolok dalam proses hukum.
Tragedi Ibu Sri
Buku ini juga mengangkat kisah Ibu Sri, seorang pejuang kebenaran yang harus menghadapi konsekuensi berat setelah disiram air keras. Penggambaran Ibu Sri mirip dengan sosok Novel Baswedan, yang berjuang demi keadilan meski harus membayar dengan harga yang sangat mahal.
Konflik di Ruang Sidang
Di dalam ruang sidang, debat antara pihak-pihak yang terlibat sering kali menunjukkan ketegangan. Penulis menyampaikan pandangan dari sudut hakim, yang mencerminkan dilema antara logika dan idealisme. Banyak yang berpendapat bahwa siapa pun tentu ingin mendapatkan keuntungan, namun idealisme sering kali terancam oleh kekuasaan.
Nasib Rudi
Membaca kisah Rudi, seorang pemimpin yang awalnya dijanjikan keuntungan besar dari pertambangan, menggambarkan betapa mudahnya harapan dapat hancur. Setelah tambang beroperasi, Rudi justru terpaksa berjuang untuk bertahan hidup setelah kehilangan tanah dan harta di kampungnya akibat aktivitas pertambangan.
Buku Teruslah Bodoh Jangan Pintar tidak hanya sekadar karya sastra tetapi juga sebuah panggilan untuk menyadari dan memahami dampak besar dari industri yang sering kali terlihat menguntungkan, namun menyimpan banyak risiko dan penderitaan di baliknya.




