Mahasiswa sebagai Penentu Kebijakan Publik
Nalar Data

Mahasiswa sebagai Penentu Kebijakan Publik

Logika News - Fathimah Azzahra, seorang mahasiswa kedokteran di FK UI, mengemukakan pandangannya bahwa mahasiswa seharusnya tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, melainkan berperan aktif dalam menguji kebijakan publik dengan nalar dan data. Ia menyoroti bahwa sejarah seringkali dibentuk oleh anak muda yang berani menyuarakan kritik ketika negara kehilangan arah.

Awal Kejadian

Fathimah menilai bahwa kebijakan publik sering kali tidak didasarkan pada diagnosis yang tepat. Ia mengibaratkan kebijakan seperti tubuh manusia yang perlu diperiksa gejalanya dan dicari sumber masalahnya. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap isu stunting, yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan di sekolah.

Perkembangan

Fathimah mengkritisi program MBG yang dianggap sebagai solusi instan atas masalah gizi anak. Ia menjelaskan bahwa stunting adalah masalah yang berkembang sejak masa kehamilan dan memerlukan perhatian lebih dari sekadar pemberian makan siang. Ia juga menyoroti bahwa banyak kebijakan pemerintah lebih fokus pada penampilan publik daripada efektivitas nyata dalam menyelesaikan masalah. Kritiknya mencakup persoalan anggaran, di mana ia mempertanyakan apakah negara lebih peduli pada citra kekuasaan dibandingkan kesejahteraan rakyat.

Kondisi Terakhir

Fathimah membawa kritiknya ke ranah yang lebih substantif, mencakup evidence-based policy dan prioritas anggaran. Ia berupaya menerjemahkan data dan logika medis ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, tanpa kehilangan substansi. Dalam suasana politik yang penuh slogan, keberadaan mahasiswa seperti Fathimah menjadi penting untuk memperingatkan bahwa kebijakan publik harus diujikan dan tidak boleh membebani rakyat dengan kesalahan yang dihasilkan dari desain kebijakan yang cacat.

You can share this post!