Kritik Terhadap Respons Wali Kota Bekasi Terkait Dirut Perumda Tidur Saat Rapat
Sumber Foto: Go Bekasi
Logika Fakta

Kritik Terhadap Respons Wali Kota Bekasi Terkait Dirut Perumda Tidur Saat Rapat

Kota Bekasi — Respons Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengenai video yang menunjukkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tertidur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai penyertaan modal di DPRD Bekasi, menuai gelombang kritik. Tri menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut, namun banyak pihak menilai pernyataannya sebagai refleksi dari kegamangan kepemimpinan.

Kritik Terhadap Pendekatan Wali Kota

Ketua Umum Revolusi Pemuda Bekasi (RPB), Willy Shadli, menyatakan bahwa pernyataan Tri tidak sejalan dengan prinsip dasar manajemen publik. Willy menekankan bahwa seorang kepala daerah seharusnya dapat membedakan antara isu yang masih berupa dugaan dan peristiwa faktual yang dapat dilihat secara langsung.

“Bagaimana mungkin Wali Kota Bekasi berbicara soal praduga bersalah dalam kasus yang visualnya sudah gamblang? Video itu bukan rumor atau opini. Itu peristiwa real-time di forum resmi pemerintahan,” ungkap Willy.

Masalah Etika dalam Kepemimpinan

Willy juga menegaskan bahwa masalah yang dihadapi bukan sekadar soal mengantuk, tetapi berkaitan dengan etika jabatan. Tidur dalam rapat strategis yang membahas layanan dasar masyarakat, seperti air bersih, menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap tanggung jawab publik.

“Tidur di rapat bukan persoalan persepsi, tetapi etika jabatan. Jika rapat saja tidak dihormati, bagaimana dengan layanan air yang setiap hari dituntut warga?” tegasnya.

Pentingnya Tindakan Tegas

Willy menganggap pernyataan wali kota tentang penelusuran tidak relevan, karena fakta bahwa Ali Imam Faryadi tertidur dalam rapat sudah sangat jelas. “Penelusuran apa? Fakta tidur itu tidak memerlukan laboratorium forensik. Yang dibutuhkan adalah sikap tegas dari kepala daerah,” ujarnya.

Pembelaan yang Tidak Memuaskan Publik

Dalam berbagai kesempatan, layanan Perumda Tirta Patriot seringkali menjadi sorotan masyarakat, dengan banyak keluhan terkait distribusi dan kualitas air. Willy menekankan bahwa publik berhak mencurigai sikap wali kota yang terkesan lunak terhadap bawahannya.

“Ketika publik menuntut akuntabilitas, wali kota justru memberi retorika. Ini memperlihatkan logika kepemimpinan yang sedang mengalami degradasi,” imbuh Willy.

Mendesak untuk Kejelasan

Willy mendesak Tri Adhianto untuk segera menunjukkan sikap yang jelas, seperti mengevaluasi kinerja Dirut Tirta Patriot, agar tidak semakin merosotnya standar kepemimpinan. “Jika tidur dalam rapat saja harus ditelusuri dulu, lalu masalah apa yang sebenarnya bisa ditangani dengan tegas?” tutupnya.