Krisis Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak: Perlunya Kembalikan Nilai Islam
Sumber Foto: Tras Berita Babel
Sosial

Krisis Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak: Perlunya Kembalikan Nilai Islam

Beranda Bangka Belitung

Krisis Perlindungan Perempuan dan Anak: Saatnya Kembali pada Solusi Islam

ahada dodi

19 Februari 202662 Dilihat

Oleh : Wahyu Dwi Cahyanti, SPd

Aktivis Dakwah Muslimah Bangka Belitung

Bacaan Lainnya

Sambut Hari Raya, Nada Swara Gembira Rilis “Pulang Kampung” Bersama Husain Prawiro

Perbedaan yang Membawa Hikmah Pada Penentuan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Lebaran Idul Fitri Tinggal Sehari, Saatnya Pemimpin Babel Berhenti Saling BENCI

OPINI, TRASBERITA.COM — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah kembali menjadi alarm keras bagi nurani publik.

Di Pangkalpinang, sepanjang tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana mencatat sekitar 104 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

Dari total itu, 59 kasus dialami perempuan dan 45 kasus dialami anak, meskipun secara jumlah total mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya (114 kasus), fenomena kekerasan seksual pada anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi sorotan utama dan perhatian serius pemerintah kota.

Selain itu, meskipun jumlah kasus tinggi, Kota Pangkalpinang hingga kini belum memiliki rumah rehabilitasi khusus di bawah naungan DP3AKB.

Untuk saat ini, penanganan korban masih difokuskan melalui layanan pengaduan, pendampingan tenaga ahli seperti psikolog klinis, pekerja sosial, saksi ahli dokter, hingga layanan medikolegal, serta shelter sementara melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

Realitas tersebut menunjukkan bahwa ruang yang seharusnya paling aman yakni rumah, sekolah, dan lingkungan sosial justru sering menjadi tempat lahirnya kekerasan.

Pertanyaannya, mengapa kasus semacam ini terus berulang meski berbagai regulasi dan program perlindungan telah dibuat?

Di sinilah kita perlu jujur melihat persoalan bukan hanya pada lemahnya pengawasan, tetapi pada kerusakan yang lebih mendasar yakni, krisis sistem nilai.

Fakta Kekerasan dan Rapuhnya Tata Nilai

Kondisi ini tidak lahir secara tiba-tiba. Pengamat masalah perempuan, anak, dan generasi, dr. Arum Harjanti, menilai suburnya kekerasan seksual terhadap anak dipicu oleh sistem kehidupan sekularisme dan liberalisme yang memisahkan agama dari aturan hidup.

Ketika agama hanya ditempatkan sebatas ibadah ritual, sementara kehidupan sosial, pendidikan, media, dan hukum berjalan tanpa nilai ilahi, maka standar halal-haram menjadi kabur.

Liberalisme mendorong kebebasan tanpa batas, sementara sekularisme mencabut kontrol iman dari perilaku manusia.

Akibatnya, pornografi marak, pergaulan bebas dianggap wajar, keluarga kehilangan fungsi pendidikan moral, dan hawa nafsu dibiarkan menjadi pengendali.

Dalam situasi seperti ini, perempuan dan anak menjadi korban paling mudah dari kerusakan sistemik.

Inilah yang sesungguhnya kita saksikan hari ini: krisis bukan hanya pada individu pelaku, tetapi pada krisis peradaban dan tata nilai.

Analisis Islam: Kekerasan Adalah Kezaliman yang Diharamkan

Islam sejak awal telah memuliakan manusia tanpa membedakan jenis kelamin maupun usia.

Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh Kami telah memuliakan anak-anak Adam.” (Q.S al-Isra’: 70)

Kemuliaan ini menegaskan bahwa setiap bentuk pelecehan, penindasan, dan kekerasan adalah pelanggaran terhadap kehormatan yang Allah tetapkan.

Islam juga memerintahkan keadilan dan kasih sayang dalam kehidupan sosial:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan…” (QS an-Nahl: 90)

Rasulullah shalallahu alahi wasallam memberi teladan nyata dalam memperlakukan keluarga dengan kelembutan.

Beliau bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya…” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis lain beliau menegaskan:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa kekerasan bukan hanya pelanggaran hukum sosial, tetapi juga dosa besar di sisi Allah.

Rumah tangga dalam Islam dibangun di atas mawaddah wa rahmah (kebahagiaan dan kasih sayang), bukan intimidasi dan ketakutan.

Solusi Islam Kaffah: Pendidikan Akhlak hingga Penerapan Syariat Menyeluruh

Untuk menghentikan lingkaran kekerasan terhadap perempuan dan anak, Islam menawarkan solusi yang menyentuh akar persoalan, bukan sekadar penanganan di permukaan.

Perbaikan harus dimulai dari pembentukan akhlak.

Keluarga menjadi madrasah pertama tempat iman ditanamkan, rasa takut kepada Allah ditumbuhkan, dan penghormatan terhadap sesama diajarkan sejak dini.

Orang tua memikul tanggung jawab besar membentuk karakter anak agar tumbuh dengan kesadaran bahwa menyakiti orang lain adalah dosa dan kezaliman.

Sekolah dan masyarakat pun harus memperkuat budaya malu, menjaga pergaulan, serta membentengi generasi dari pengaruh media dan budaya bebas yang merusak moral.

Masjid dan majelis ilmu semestinya berperan aktif mengedukasi umat tentang hak-hak perempuan dan anak, sekaligus menjadi ruang aman untuk pendampingan spiritual dan psikologis bagi korban.

Di sisi lain, penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap pelaku kekerasan mutlak diperlukan agar ada efek jera dan perlindungan nyata bagi masyarakat.

Namun, semua langkah tersebut tidak akan efektif jika hanya bersifat parsial selama kehidupan masih dibangun di atas sekularisme, di mana agama dibatasi pada ranah ibadah ritual sementara hukum, pendidikan, media, dan pergaulan berjalan tanpa nilai Ilahi.

Sistem seperti ini justru menjadi lahan subur bagi kerusakan moral yang terus berulang.

Karena itu, solusi hakiki adalah menerapkan Islam secara kaffah, menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).” (QS al-Baqarah: 208)

Islam kaffah berarti menjadikan syariat sebagai pedoman hidup, mulai dari pendidikan berbasis akidah, sistem keluarga yang kokoh, media yang bersih dari konten maksiat, hingga penerapan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual.

Dalam sistem ini, negara berfungsi sebagai pelindung rakyat, menutup pintu-pintu kerusakan, dan menjamin keamanan perempuan serta anak.

Ketika syariat diterapkan secara menyeluruh, akhlak individu terbentuk, kontrol sosial menguat, dan kejahatan dapat dicegah sebelum terjadi.

Perlindungan tidak lagi bersifat reaktif setelah korban berjatuhan, tetapi preventif dan sistemik.

Dengan demikian, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya ditangani, tetapi dicegah sejak akarnya.

Pada akhirnya, kekerasan adalah cermin kegagalan moral sebuah masyarakat.

Jika kita sungguh ingin memutus mata rantainya, maka kita tidak cukup menambah regulasi, melainkan harus berani menata ulang fondasi kehidupan.

Sudah saatnya kembali kepada syariat Islam sebagai sistem yang menghadirkan keadilan, kasih sayang, dan perlindungan hakiki bagi seluruh manusia. Wallahualam bissawab. (TRAS)

Post Views: 62

Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Dua Jam di Ruang Rapat ESDM Babel: Imam Wahyudi dan Reskiansyah Bedah Detail Raperda WPR/IPR

Pos berikutnya Tujuh Nyawa Melayang di Pondi, Tiga Tersangka Ditetapkan: Siapa Lagi di Balik Tambang Maut Pemali?

Pos terkait

Sambut Hari Raya, Nada Swara Gembira Rilis “Pulang Kampung” Bersama Husain Prawiro

Perbedaan yang Membawa Hikmah Pada Penentuan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Lebaran Idul Fitri Tinggal Sehari, Saatnya Pemimpin Babel Berhenti Saling BENCI

Ikut Global Idul Fitri 19 Maret 2026, Ustadz Ali Naboy Ajak Umat Rayakan dengan Kebersamaan

Terpopuler

1

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Education, Lingkungan, Lokal, Nasional, News, Pangkalpinang, Pemerintahan, PLN 1366 Dilihat

Wujudkan Kepedulian, PLN Babel Salurkan …

2

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Education, Lingkungan, Lokal, Nasional, News, Pangkalpinang, Pemerintahan, PLN 1280 Dilihat

Perkuat UMK Halal di Babel, HUB UMK PLN …

3

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Jakarta, Nasional, News, PLN 1016 Dilihat

Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagang…

4

Babel Hari Ini, Bangka, Bangka Belitung, Education, Lingkungan, Lokal, Nasional, News, PLN 961 Dilihat

PLN Sambung Ratusan Rumah Gratis Lewat P…

5

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Bumn, Karimun, Lingkungan, Lokal, News, PT.TIMAH 808 Dilihat

Perkuat Silaturahmi dan Semangat Berbagi…

Agama

Agama, Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Education, Lingkungan, Lokal, Nasional, News, Pangkalpinang, Pemerintahan 25520 Dilihat

Pj Wali Kota Pangkalpinang Gelar Open Ho…

Agama, Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Belitung Timur, Education, Law&Crime, Lokal, News, Pangkalpinang 20692 Dilihat

Giliran Tokoh Belitung Desak Arena Judi …

Agama, Babel Hari Ini, Bangka, Bangka Belitung, Budaya, Education, Ekonomi, Lingkungan, Lokal, Melayu, News, Pemerintahan 20033 Dilihat

Dihadang Gelombang Protes Umat Islam, Pe…

Agama, Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Education, Lingkungan, Lokal, News, Pangkalpinang, Pemerintahan 19622 Dilihat

Hangatnya Tali Persaudaraan Pegawai Disk…

Agama, Babel Hari Ini, Education, Lingkungan, Lokal, News, Pangkalpinang 14940 Dilihat

Wasiat Johan Murod: Makamkan Saya di TPU…

Olahraga

Ekonomi, Hiburan, Lifestyle, Lokal, Nasional, News, Olahraga, Pariwisata 11950 Dilihat

Walikota Kagum Gerakan Ciamik Atlet Wush…

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Bangka Tengah, DPRD Prov Babel, Education, Lokal, News, Olahraga, Pemerintahan 11833 Dilihat

Bupati Bateng Terima Kunjungan Kerja Ko…

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Belitung, Education, Hiburan, Hotel Belitung, Lingkungan, Lokal, Nasional, News, Olahraga 3219 Dilihat

Swiss-Belresort Belitung Sukses Gelar Ru…

Babel Hari Ini, Bangka Belitung, Education, Lokal, News, Olahraga, Pangkalpinang, Pemerintahan 3135 Dilihat

Sekda Mie Go Hadiri Jalan Sehat Bersama …

Babel Hari Ini, Bangka, Bangka Belitung, Education, Lokal, News, Olahraga 3034 Dilihat

Sepak Bola Birokrasi Provinsi Kepulauan …

Hashtag

#BangkaBelitung

#Pangkalpinang

#bangkaSelatan

#PT.Timah

#Bangka

Tras Berita Babel

Tentang Kami

REDAKSI

Kontak Kami

Pedoman Media Siber

Karir

Kode Etik

Pemasangan Iklan

E-Paper

PEMASANGAN IKLAN

Jaringan Social

Facebook

Twitter

Instagram

Youtube

RSS

All rights reserved © 2021 - TrasBerita.com