Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menekankan pentingnya makna peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat tanggung jawab pers dalam menjaga kualitas informasi, merawat perdamaian, dan menopang peradaban. Ia menyatakan bahwa di tengah derasnya arus informasi global yang kerap memicu polarisasi, jurnalisme yang sehat menjadi komponen krusial bagi masa depan masyarakat yang damai dan adil.
Tema acara tahun ini, "Pers Berkualitas untuk Masa Depan yang Damai dan Adil," menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus selalu diimbangi dengan tanggung jawab sosial. Komaruddin menegaskan bahwa pers berkualitas tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus menjadi penjernih di tengah polusi informasi dan manipulasi data yang dapat memicu konflik.
“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, mustahil kita dapat merajut kedamaian yang berkelanjutan,” ungkap Komaruddin melalui akun Instagram resmi Dewan Pers. Ia menekankan bahwa setiap karya jurnalistik yang berkualitas adalah investasi bagi terciptanya nalar publik yang sehat serta modal penting bagi masa depan bangsa.
Komaruddin juga menyoroti peran pers sebagai pilar keberlanjutan demokrasi. Ia berpendapat bahwa masa depan yang adil hanya dapat terwujud jika masyarakat menerima informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. “Pers adalah penjaga nalar publik. Tanpa kualitas pers yang terjaga, demokrasi kita akan menjadi rapuh,” tegasnya.
Menurut Komaruddin, tantangan menjaga kualitas ruang publik ini bukan hanya persoalan nasional, melainkan juga perhatian masyarakat internasional. Ia mengacu pada agenda UNESCO yang akan menggelar Konferensi Hari Kebebasan Pers Dunia pada 4–5 Mei 2026 di Lusaka, Zambia. Forum ini akan membahas perkembangan terbaru kebebasan berekspresi serta memetakan arah media global yang menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dalam penutup pernyataannya, Komaruddin menyatakan bahwa Dewan Pers mendukung lahirnya undang-undang yang menghargai hak cipta karya jurnalistik dan mendorong kebijakan pembebasan pajak bagi produk intelektual yang berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan bangsa. Ia juga mengajak seluruh insan pers Indonesia untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi dan kualitas informasi.
“Pers Indonesia harus menjadi pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, bebas, damai, adil, dan berkelanjutan,” tandasnya, menekankan pentingnya peran pers dalam membangun masyarakat yang lebih baik.