Klarifikasi Terkait Foto Kerangka Manusia Raksasa Bersayap yang Beredar di Media Sosial
Baru-baru ini, media sosial Facebook dihebohkan dengan beredarnya gambar yang mengklaim menampilkan kerangka manusia raksasa bersayap. Gambar tersebut disebarkan oleh beberapa akun Facebook dan menarik perhatian banyak pengguna.
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap gambar tersebut dan menemukan bahwa konten ini merupakan hasil manipulasi. Salah satu narasi yang beredar menyebutkan penemuan mengejutkan di Türkiye, yang konon merupakan kerangka berusia 5.000 tahun mirip titan.
Analisis Konten
Dalam upaya menelusuri keaslian gambar, Tim Cek Fakta menggunakan alat deteksi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikenal dengan nama Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada probabilitas 73 persen bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh AI.
Pandangan Para Ahli
Pakar paleontologi dari Universitas Flinders, Profesor John Long, menjelaskan bahwa manusia tidak memiliki sayap. Evolusi yang terjadi sepanjang sejarah menunjukkan bahwa vertebrata yang ada saat ini memiliki bentuk tubuh yang sama, dengan dua lengan dan dua kaki. Sayap yang dimiliki oleh vertebrata terbang, seperti burung, merupakan modifikasi dari lengan yang membantu mereka terbang. Namun, gen manusia, khususnya gen hox, tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan sayap, sehingga manusia hanya dilengkapi dengan dua lengan dan dua kaki.
Kesimpulan
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gambar kerangka manusia raksasa bersayap yang beredar di media sosial adalah konten manipulatif dan tidak berdasar. Manusia tidak memiliki sayap, karena faktor evolusi dan genetik yang ada pada spesies ini.




