Jakarta -
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2). Salah satu isi perjanjiannya mengatur soal impor bahan bakar etanol.
Pada naskah final ART, tepatnya di Annex III (Article 2.23), ada tiga poin perjanjian yang disepakati Indonesia dan Amerika Serikat. Poin pertama disebutkan, Indonesia tak boleh mengadopsi/mempertahankan tindakan apapun yang mencegah impor bioetanol asal AS.
Baca juga: Pakai Base Fuel dari Pertamina, Apakah Bensin Shell dan BP Mengandung Etanol?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Indonesia diharuskan memasok bahan bakar campuran bioetanol lima persen (E5) paling lambat 2028 dan bioetanol 10 persen (E10) paling lambat 2030. Ketiga, Indonesia juga diwajibkan berusaha menuju E20 dengan mempertimbangkan pasokan dan infrastruktur.
Ilustrasi etanol Foto: Pertamina
Lebih jelas lagi, pada Annex IV di poin B nomor 2, Indonesia juga diharuskan mengimpor etanol dengan kuota tertentu. Bahkan, jumlahnya terhitung besar untuk kebutuhan tahunan.
ADVERTISEMENT
"Indonesia harus memastikan, impor etanol asal Amerika Serikat ke Indonesia melebihi 1.000 metrik ton (1 juta kg) setiap tahunnya," demikian tulis perjanjian tersebut.
Jika diterjemahkan dalam satuan volume, 1 juta kg etanol kurang lebih setara 1,2 juta liter. Ukuran spesifik bisa sedikit berbeda, tergantung suhu saat pengukuran dan kemurnian/konsentrasi etanol.
Perjanjian impor etanol pada ART Indonesia-AS tentu memicu pertanyaan besar. Sebab, sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan BBM harus memiliki kandungan etanol 20 persen (E20) sebelum 2028.
Padahal, pemerintah beralasan, aturan soal E20 itu bertujuan untuk mengurangi impor bahan bakar di Indonesia. Bahkan, dikutip dari Antaranews, mereka juga bicara kemungkinan memberikan insentif untuk perusahaan yang membangun pabrik etanol di Tanah Air.
"Sampai ayam tumbuh gigi, kalau kita enggak kreatif untuk melakukan ini (campuran etanol), enggak akan bisa kita dalam negeri semua," kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Di lain sisi, PT Pertamina dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sebenarnya mulai membangun pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Fasilitas tersebut diproyeksikan menghasilkan 30 ribu kiloliter bioetanol/tahun dengan bahan baku berbasis tebu.
Video: Pemerintah Targetkan Kebijakan Bensin Campur Etanol Dimulai 2028
Video: Pemerintah Targetkan Kebijakan Bensin Campur Etanol Dimulai 2028
(sfn/lth)
art ri-as bioetanol etanol art indonesia amerika serikat
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikTravel
Inggris Ingatkan Risiko Penipuan di Kawasan Hiburan Tokyo
Wolipop
Viral! Ultah Istri Dirayakan Pakai Sesajen, Ulah Suami Ini Jadi Sorotan
detikHealth
Bisa Selesaikan Permainan Gambar Ini Tanpa Ubah Brightness? Tandanya Mata Sehat
detikHot
Diana Pungky Bikin Salfok di Kopdar Pemain Jinny Oh Jinny
Sepakbola
Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia Dinilai Memalukan
detikFinance
Heboh DC Prank Damkar buat Tagih Utang, Asosiasi Fintech Buka Suara
detikFood
Yummy! Sedapnya Ayam Goreng dan Bakar Berkuah Pindang ala Ny. Bong
detikInet
Kreatif! Bungkus Snack Disulap Jadi Karya Seni Menakjubkan