Himpaudi Bangka Belitung Tingkatkan Kualitas Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Berpikir Logis
Logika Fakta

Himpaudi Bangka Belitung Tingkatkan Kualitas Kompetensi Guru Melalui Pembelajaran Berpikir Logis

BANGKA BELITUNG - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Bangka Belitung mengadakan webinar bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kompetensi guru dalam menghasilkan generasi yang unggul.

Ketua Himpaudi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juarningsih, menyatakan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan langkah penting. "Berbagai upaya bisa dilakukan oleh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk meningkatkan kompetensi diri mereka. Selain melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kegiatan seperti pelatihan, workshop, dan seminar, termasuk webinar ini, juga sangat bermanfaat," tuturnya.

Juarningsih menekankan pentingnya berpikir komputasional dalam proses pendidikan. Berpikir komputasional adalah cara berpikir yang digunakan untuk memahami dan memecahkan masalah dengan logis, terstruktur, dan sistematis. Oleh karena itu, guru perlu menyusun perencanaan pembelajaran yang mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum masing-masing satuan PAUD.

"Kegiatan yang dirancang oleh guru diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak," tambahnya.

Dalam webinar yang sama, Ketua PD Himpaudi Kabupaten Seoppeng, Sulawesi Selatan, Adi Hemiyanti, juga membahas pentingnya memperkenalkan konsep berpikir komputasional kepada anak usia dini. Ia menyarankan penggunaan perangkat elektronik sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.

"Dengan melatih berpikir komputasional sejak usia dini, otak anak akan terbiasa berpikir logis dan terstruktur, serta dapat memecahkan masalah dengan mengembangkan solusi yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk mulai memperkenalkan konsep ini sedari awal," tegas Hemiyanti.

You can share this post!