Gilles Simeoni Kecam Praktik Mafia di Corsica Pasca Pembunuhan
Sumber Foto: SaireriNews
Logika Fakta

Gilles Simeoni Kecam Praktik Mafia di Corsica Pasca Pembunuhan

Presiden Dewan Eksekutif Corsica, Gilles Simeoni, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap situasi kejahatan di pulau tersebut setelah serangkaian peristiwa tragis, termasuk pembunuhan mantan anggota Front Pembebasan Nasional Korsika, Alain Orsoni, yang terjadi pada 12 Januari saat pemakaman ibunya di Vero, Korsika selatan.

Simeoni menyatakan bahwa keadaan ini sangat mengejutkan dan mencerminkan pola praktik mafia yang ada di Corsica. Dia mencatat bahwa meskipun insiden-insiden tersebut bersifat berbeda, mereka menunjukkan tantangan yang harus dihadapi dengan ketenangan dan tekad.

Dia juga merujuk pada insiden kekerasan lain yang mengguncang pulau, termasuk kasus seorang wanita muda berusia 19 tahun yang tewas akibat tembakan saat mengemudikan mobil pasangannya. Simeoni menekankan bahwa tindakan kriminal di Corsica memerlukan respons yang komprehensif, mencakup aspek keamanan dan tanggapan sosial.

“Kita perlu kebijakan yang jelas dalam mengamankan pasar publik dan memberantas perdagangan narkoba,” tegasnya. Dia juga menyoroti bahwa spekulasi dan tekanan terhadap lahan turut memperkuat keuntungan berlebihan yang mendukung perkembangan jaringan kejahatan terorganisir.

Simeoni menyerukan Kementerian Dalam Negeri dan Kehakiman untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani kejahatan ini. “Negara harus memobilisasi kepolisian dan lembaga peradilan untuk menghormati supremasi hukum dan kebebasan individu,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa penting untuk membangun kembali kepercayaan antara lembaga peradilan dan masyarakat Korsika, yang selama ini merasa terpinggirkan oleh kebijakan represif.

Dalam konteks politik, Simeoni mengaitkan tantangan yang dihadapi saat ini dengan kekecewaan yang dirasakan oleh masyarakat terhadap dialog dengan negara. Dia menekankan perlunya memberikan perspektif yang lebih baik ke depan, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun sosial. “Dengan membangun dinamika kepercayaan, kita dapat mengurangi pengaruh logika mafia,” harapnya.

Dia juga mengingatkan bahwa situasi kejahatan terorganisir di Corsica tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari kebijakan negara yang selama ini memusatkan sumber daya pada penanganan kelompok nasionalis, sementara membiarkan kejahatan terorganisir berkembang.