Sumber Foto: Berita KBB
Logika Fakta
Fakta Mengenai Local Satanic Indonesia: Dari Rekrutmen hingga Ritual Mengerikan
Local satanic Indonesia atau gereja setan belakangan ini menjadi sorotan publik setelah pengakuan dari komika Mongol dalam sebuah podcast. Dalam kesempatan tersebut, Mongol mengungkapkan pengalamannya sebagai anggota di dalam kelompok ini ketika masih muda. Beberapa fakta mengejutkan mengenai aktivitas dan ritual yang dilakukan oleh local satanic telah diungkap, menciptakan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Ritual dan Keyakinan
- Ritual Menghujat Tuhan: Mongol menjelaskan bahwa ritual yang dilakukan oleh gereja setan tidak bertujuan untuk menyembah setan, melainkan untuk menghujat Tuhan. Logo yang sering digunakan adalah salib terbalik, yang menjadi simbol utama pengikutnya.
- Altar Pemujaan: Terdapat beberapa altar pemujaan dalam local satanic, di antaranya adalah Belial dan Baphomet, yang diyakini oleh pengikut sebagai entitas kegelapan.
Strategi Rekrutmen
- Rekrutmen Anak Muda: Local satanic menggunakan strategi logika terbalik untuk menarik perhatian kawula muda. Diskusi yang mempertanyakan kebenaran umum seringkali berhasil menggoyahkan keyakinan generasi muda terhadap ajaran konvensional.
- Iming-Iming Kemewahan: Anggota baru diberikan tugas untuk merekrut anggota lainnya dengan iming-iming harta dan kemewahan. Imbalan finansial dijanjikan bagi anggota yang berhasil menarik anggota baru.
- Hipnotis: Salah satu metode yang digunakan dalam rekrutmen adalah hipnotis, di mana anggota menggunakan peralatan tertentu untuk mempengaruhi calon anggota.
Ritual Mengerikan
- Santap Kasih Bersama: Ritual ini melibatkan hubungan intim secara kolektif di antara anggota, yang meliputi interaksi antara lawan jenis maupun sesama jenis. Ritual ini berlangsung beberapa kali dalam seminggu dan dipimpin oleh para pimpinan gereja setan.
- Penggunaan Darah Bayi: Salah satu fakta mengejutkan lainnya adalah keterlibatan bayi hasil aborsi, di mana darah bayi tersebut dikonsumsi oleh anggota sambil mendengarkan musik yang mengagungkan setan.
Keberadaan di Jakarta
Mongol menegaskan bahwa local satanic Indonesia masih aktif di Jakarta, meskipun banyak di antara mereka yang beroperasi secara tersembunyi. Beberapa lokasi yang disebutkan termasuk Tanah Abang, Kelapa Gading, dan Pondok Indah.




