Fakta KKN Jokowi Ditegaskan oleh Lulusan UGM: Alumni Masih Banyak yang Hidup
Sumber Foto: Tribunnewsbogor.com
Logika Fakta

Fakta KKN Jokowi Ditegaskan oleh Lulusan UGM: Alumni Masih Banyak yang Hidup

Seorang lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Budi Suryanto, yang merupakan adik angkatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Roy Suryo, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang seputar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jokowi. Budi, yang lulus dari Fakultas Teknik UGM pada tahun 1995, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap analisis yang dilakukan oleh Roy Suryo dan rekan-rekannya.

Budi menjelaskan bahwa ia lebih mempercayai informasi dari UGM dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, yang telah menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Isu yang dilontarkan oleh Roy Suryo Cs, yang mempertanyakan waktu KKN Jokowi, dianggapnya tidak berdasar. Menurut mereka, Jokowi tidak mungkin melakukan KKN pada tahun ketiga perkuliahan dan meragukan kelulusan Jokowi dari UGM.

Namun, Budi Suryanto membantah pernyataan tersebut, menekankan bahwa banyak teman seangkatan Jokowi yang masih hidup dan siap memberikan kesaksian mengenai keaslian ijazahnya. Ia mempertanyakan, jika ijazah Jokowi benar-benar palsu, mengapa teman-teman seangkatannya tidak melaporkannya lebih dahulu.

“Ngapain ngurusi KKN Jokowi, orang yang pernah kuliah di UGM juga tahu kalau Jokowi alumni UGM, toh teman-teman angkatannya masih banyak,” tulis Budi di media sosial. Ia juga menanggapi kritik terhadap skripsi Jokowi yang dibandingkan dengan skripsi teman sekelasnya. Menurut Budi, perbedaan dalam penulisan tidak menjadi ukuran kredibilitas, dan ia lebih mempercayai integritas UGM dalam hal ini.

Budi menegaskan bahwa BEM UGM, meskipun sering mengkritisi pemerintahan Jokowi, juga mengakui bahwa Jokowi adalah alumni UGM. Hal ini menambah keyakinan Budi bahwa tuduhan mengenai ijazah dan KKN Jokowi adalah tidak berdasar. Ia menyimpulkan bahwa untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi, cukup dengan menanyakan kepada UGM atau teman-teman seangkatannya.

Di akhir, Budi juga mengingatkan bahwa banyak mahasiswa pada zaman itu, termasuk dirinya, yang menyusun skripsi dengan cara yang tidak sempurna, sehingga hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk meragukan kelulusan Jokowi.