Buku M. Hasbullah Tawarkan Pendekatan Ilmiah untuk Memahami Allah SWT
Sumber Foto: Terkininews.com
Logika Fakta

Buku M. Hasbullah Tawarkan Pendekatan Ilmiah untuk Memahami Allah SWT

Pendidikan agama selama ini dinilai kerap mengajarkan cara mengenal dan mempercayai Allah SWT melalui pendekatan yang lebih dogmatis. Cara tersebut cenderung menekankan keyakinan semata, tanpa melibatkan proses nalar dan logika ilmiah.

Dalam pandangan ini, pendekatan dogmatis dianggap berpotensi mengabaikan fakta ilmiah yang disebutkan dalam Alqur'an. Selain itu, cara pengajaran tersebut juga dinilai mengesampingkan peran logika yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia.

Pendekatan melalui ayat kauniyah

Gagasan tentang pentingnya logika ilmiah dalam memahami ketuhanan dijabarkan dalam buku Mengenal Tuhan Allah SWT secara Ilmiah karya M. Hasbullah. Buku ini memuat penjelasan yang disebut berangkat dari ayat-ayat kauniyah, membahas berbagai hal terkait kehidupan, baik alam, fisik, maupun psikis manusia.

Penjabaran dalam buku tersebut disusun dengan merujuk pada ayat-ayat Alqur'an, dengan tujuan memberikan landasan berpikir yang dinilai lebih logis dan meyakinkan. “Buku ini bisa menjadi pegangan bagi mahasiswa dan mahasiswi, menjadi pegangan mendampingi kitab suci Alqur'an,” ujar M. Hasbullah dalam pernyataan tertulis, Selasa (19/4).

Dinilai memperkuat spiritualitas

Menurut Hasbullah, cara mengenal Allah SWT secara ilmiah justru dapat menghadirkan spiritualitas yang lebih kuat dibandingkan pendekatan dogmatis. Ia menilai logika ilmiah penting bagi generasi muda agar pemuda muslim merasakan kedekatan dengan kehadiran Tuhan dan merasakan “partikel keilahian-Nya.”

Ia juga berpendapat, spiritualitas yang kuat dapat membantu generasi muda menjaga kondisi diri, menaati perintah agama, serta menghindari dosa dan kemaksiatan.

Rencana mendirikan Pesantren Ilmiah

Selain menerbitkan buku, Hasbullah menyampaikan rencana untuk mendirikan Pesantren Ilmiah. Pesantren tersebut disebut akan memberikan pengajaran dan pendidikan secara komprehensif, dengan tujuan mendidik santri agar beragama secara menyeluruh sekaligus menjaga sisi ilmiah dalam membangun spiritualitas.

Ia menyebut pendidikan yang diimpikannya itu diarahkan untuk berperan sebagai long life education.