Logika News - Warta Ekonomi, Jakarta -
Amerika Serikat (AS) dilaporkan tetap membuka peluang dialog tanpa prasyarat dengan Korea Utara. Hal ini menyusul kemungkinan perbaikan hubungan bilateral antara Washington dan Pyongyang.
Dikutip dari Yonhap, Washington menegaskan bahwa pihaknya masih bersedia melakukan pembicaraan tanpa syarat awal.
Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan tidak ada alasan baginya untuk tidak memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat. Namun Washington perlu mencabut apa yang disebutnya sebagai kebijakan bermusuhan terhadap Pyongyang.
“Jika Amerika Serikat mencabut kebijakan konfrontasi terhadap kami dan menghormati status negara kami saat ini, maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak berhubungan baik,” ujar Kim.
Kim juga menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan sikap paling tegas dalam kebijakan terhadap Amerika Serikat. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dirinya belum sepenuhnya melunak.
Korea Utara sejauh ini belum merespons secara positif berbagai pendekatan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Padahal Kim sebelumnya telah bertemu dengan sang presiden tiga kali selama masa jabatan pertama dari Trump.
Pertemuan bersejarah antara keduanya sempat memunculkan harapan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun proses negosiasi akhirnya terhenti tanpa kesepakatan komprehensif.
Dialog Washington dan Pyongyang selama ini berfokus pada program nuklir dan rudal balistik Korea Utara. Amerika Serikat menuntut denuklirisasi penuh, sementara rivalnya menginginkan jaminan keamanan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Meski belum ada jadwal resmi pembicaraan baru, pernyataan terbaru dari kedua pihak menunjukkan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.