Alumni UGM Berikan Ultimatum kepada Jokowi dan Rektor UGM Terkait Dugaan Ijazah Palsu
Sumber Foto: FAJAR
Nalar Data

Alumni UGM Berikan Ultimatum kepada Jokowi dan Rektor UGM Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Koordinator Relawan Alumni Universitas Gadjah Mada Bergerak (Relagama Bergerak), Bangun Sutoto, menyatakan ketidakpuasannya terhadap polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum menemukan titik terang. Ia menegaskan bahwa masalah ini seharusnya dapat diselesaikan secara internal oleh pihak Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Bangun, UGM sebagai institusi pendidikan memiliki wewenang penuh dalam mengeluarkan ijazah bagi calon alumninya yang masih terdaftar sebagai mahasiswa. "Karena yang berhak dan berwenang mengeluarkan ijazah calon alumni saat yang bersangkutan masih menjadi mahasiswa adalah UGM sendiri," ungkapnya.

Bangun juga mengusulkan agar pihak UGM bersedia melakukan diskusi ilmiah dengan tiga alumni, yaitu Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, dan Rismon Sianipar, untuk membahas isu ini. Ia berpendapat bahwa diskusi semacam itu akan bersifat objektif, ilmiah, serta transparan. "Tapi, kenapa pihak UGM justru malah tampak berpegang pada data-data yang secara ilmiah tidak bisa dibuktikan dan dipertanggungjawabkan? Ini kan aneh dan lucu," cetusnya.

Lebih lanjut, Bangun menekankan bahwa UGM seharusnya menjadi salah satu pilar dalam menjaga nalar ilmiah yang berbasis pada fakta, data, dan dapat diuji kebenarannya. "Logika sederhana kami seperti itu. Singkatnya, simple is power," ujar Bangun.

Sebagai alumni, Bangun menegaskan bahwa ia tidak ingin nama baik UGM tercemar akibat isu yang tidak ilmiah dan jauh dari ranah akademis. "Sikap kami murni untuk menjaga nama baik UGM sebagai kampus perjuangan dan kampus kerakyatan di Indonesia. Tidak ada misi politik sama sekali di balik pernyataan sikap kami kemarin," imbuhnya.