Pada saat yang sama, akun pribadi Miss Universe 2025 yang sedang menjabat, Fátima Bosch, juga tidak dapat diakses. Insiden ini dengan cepat menjadi topik diskusi di forum-forum kontes kecantikan.
Beberapa jam kemudian, akun Fátima Bosch kembali online, sementara halaman resmi Organisasi Miss Universe (MUO) masih tidak dapat diakses (pada saat penulisan).
Beberapa situs web kecantikan menduga bahwa kedua akun tersebut mungkin telah diretas dan ditangguhkan sementara untuk menangani masalah tersebut. Namun, platform media sosial Miss Universe lainnya tetap beroperasi, sehingga teori ini menjadi kontroversial. Hingga saat ini, organisasi dan Miss Universe yang sedang menjabat belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Insiden tersebut terjadi di tengah serangkaian kontroversi seputar kompetisi Miss Universe dalam beberapa waktu terakhir.
Ajang kontes kecantikan Miss Universe – salah satu kompetisi kecantikan tertua dan paling berpengaruh di dunia – diperkirakan akan memasuki periode perubahan besar mulai tahun 2025, karena para pejabat tinggi terlibat dalam masalah hukum.
Menurut sumber internasional, Raul Rocha, yang saat itu menjabat sebagai ketua, didakwa dengan beberapa tuduhan serius, termasuk pelanggaran hukum terkait bisnis. Sementara itu, Anne Jakrajutatip, mantan ketua, juga sedang diselidiki terkait masalah komersial di Thailand.
Pengungkapan ini menimbulkan kehebohan di komunitas penggemar kontes kecantikan internasional dan memicu banyak perdebatan tentang manajemen dan tata kelola organisasi tersebut.
Musim 2025 penuh kontroversi, dengan banyak pertanyaan seputar transparansi organisasi dan proses penjurian. Setelah malam terakhir, beberapa anggota panel juri menyampaikan pendapat mereka tentang prosedur operasional panitia penyelenggara.
Komposer Omar Harfouch, salah satu anggota dewan juri, mengumumkan pengunduran dirinya, dengan alasan proses seleksi kurang transparan. Ia juga secara terbuka mengungkapkan pendapat pribadinya mengenai hasil akhir, dengan menyatakan bahwa Miss Universe yang sedang menjabat menang karena koneksi pribadinya dengan penyelenggara.
Hanya tiga hari setelah babak final, Olivia Yacé, yang mewakili Pantai Gading, mengumumkan bahwa ia melepaskan gelar juara keempatnya dan menarik diri dari semua kegiatan yang terkait dengan kontes kecantikan tersebut. Keputusan ini semakin memicu perdebatan di kalangan penggemar kontes kecantikan internasional.
Di tengah opini yang saling bertentangan, Miss Universe petahana Fátima Bosch menegaskan bahwa kemenangannya berasal dari kemampuannya sendiri dan menyatakan bahwa ia akan menyelesaikan masa jabatannya.
Setelah memenangkan mahkota, ratu kecantikan itu aktif berpartisipasi dalam kegiatan amal, mempromosikan kampanye untuk kesehatan wanita dan pendidikan anak-anak, serta melakukan perjalanan antar banyak negara Amerika Latin untuk memenuhi tugas-tugasnya.
Beberapa hari sebelum kejadian itu menimpa akun pribadinya, Fátima Bosch tampil di Festival Buah dan Bunga di Ambato, Ekuador. Saat berdiri di atas kendaraan hias parade, ia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh di depan para penonton.
Pasukan keamanan dan petugas medis dengan cepat membantu ratu kecantikan itu meninggalkan area tersebut. Setelah itu, Fátima Bosch meyakinkan para penggemarnya, menyatakan bahwa ia hanya pingsan karena kelelahan dan kesehatannya stabil. Ia juga berterima kasih kepada para penggemarnya atas perhatian dan dukungan mereka selama ini.
Saat ini, alasan spesifik mengapa akun-akun media sosial ini "menghilang" masih belum jelas.
Sumber: https://dantri.com.vn/giai-tri/tai-khoan-cua-miss-universe-va-duong-kim-hoa-hau-bat-ngo-bay-mau-20260219124203159.htm