Ahmad Khozinudin: Kubu Jokowi Mengalami Kekalahan di Forum Diskusi Publik
JAKARTA -- Pengacara Ahmad Khozinudin mengungkapkan bahwa kubu pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengalami kekalahan signifikan dalam dua forum diskusi nasional, yaitu Indonesia Lawyers Club (ILC) dan Rakyat Bersuara.
Menurut Ahmad, dalam diskusi tersebut, argumentasi yang diajukan oleh para pembela Jokowi dan institusi Polri tidak mampu bertahan ketika dihadapkan dengan fakta-fakta yang sistematis. Ia menyoroti penampilan Rismon Sianipar dalam ILC yang dinilainya sangat terstruktur dan logis saat mengungkapkan permasalahan di institusi Polri, mencakup sejumlah kasus besar seperti kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Wongso dan tragedi KM 50.
Ahmad juga mengkritik respon Prof. Hermawan Sulistio, penasihat ahli Kapolri, yang lebih memilih untuk tidak hadir di acara ILC, dengan alasan acara tersebut dianggap tidak beradab. Ahmad menilai sikap tersebut menunjukkan ketidakmampuan kubu pembela Polri untuk menghadapi kritik yang membongkar kelemahan institusi.
“Aneh, Prof Kiki tak pernah menasihati institusi Polri atas perilaku brutal dan jauh dari keadaban. Pada kasus pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat, justru yang hilang adalah rasa kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad menyatakan bahwa anomali yang ada pada institusi Polri seharusnya menjadi bahan introspeksi, bukan justru disangkal dengan alasan etika diskusi. Ia menilai sikap represif ini merupakan karakter yang sering terlihat dari institusi Polri.
Tidak hanya itu, Ahmad juga menyoroti kekalahan kubu Jokowi dalam forum Rakyat Bersuara yang disiarkan di Inews. Ia menyebutkan bahwa mereka tidak dapat mengimbangi argumentasi yang disampaikan oleh lawan, dan malah terjebak dalam sikap emosional.
“Setelah diskusi, sejumlah pendukung Jokowi justru berkumpul untuk berdebat di luar konteks, alih-alih melakukan diskusi yang konstruktif,” ujarnya.
Ahmad menekankan bahwa dalam forum publik, bukan publik yang kalah, melainkan mereka yang gagal menyusun argumentasi berbasis data dan logika. Ia mengutip pernyataan legendaris dari Bang Karni Ilyas, pembawa acara ILC, yang menyatakan, “Kalau tak pandai menari, jangan salahkan lantai yang licin.”
Artinya, baik ILC maupun Rakyat Bersuara hanyalah panggung, dan yang menentukan adalah aktor yang bermain di dalamnya. Ia menilai bahwa kekalahan kubu Jokowi di berbagai forum diskusi sudah menjadi hal yang wajar, mengingat mereka tidak menyiapkan argumentasi yang kuat.
“Wajar kalau kubu Jokowi selalu kalah telak. Karena di hadapan data dan logika, opini kosong pasti tumbang,” tutup Ahmad.




