121 Perempuan Etnis Minoritas Maju Sebagai Kandidat Majelis Nasional ke-16
Sosial

121 Perempuan Etnis Minoritas Maju Sebagai Kandidat Majelis Nasional ke-16

Logika News - Menurut daftar kandidat Majelis Nasional ke-16 yang diumumkan oleh Dewan Pemilihan Nasional, dari 864 kandidat Majelis Nasional ke-16, 188 berasal dari kelompok etnis minoritas. Dari jumlah tersebut, 121 adalah perempuan dari kelompok etnis minoritas, yang setara dengan sekitar 64% dari total jumlah kandidat etnis minoritas.

Dari perspektif kesetaraan gender, ini adalah persentase yang sangat penting. Di banyak bidang masyarakat, perempuan dari kelompok etnis minoritas masih menghadapi banyak hambatan untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan pengembangan. Fakta bahwa perempuan mencakup hampir dua pertiga dari kandidat etnis minoritas menunjukkan kemajuan signifikan dalam kebijakan pelatihan dan perekrutan kader perempuan di wilayah etnis minoritas.

Silakan lihat daftar 121 kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas untuk Majelis Nasional ke-16 di sini!

Kelompok etnis mana yang memiliki kandidat perempuan terbanyak?

Daftar kandidat menunjukkan partisipasi perempuan dari berbagai kelompok etnis, yang mencerminkan keberagaman komunitas etnis di Vietnam.

Di antara kelompok etnis tersebut, kelompok etnis dengan jumlah kandidat perempuan terbanyak meliputi:

- Kelompok etnis Tay: 17 kandidat perempuan

- Kelompok etnis Thailand: 15 kandidat perempuan

- Kelompok etnis Muong: 9 kandidat perempuan

- Kelompok etnis Khmer: 8 kandidat perempuan

- Kelompok etnis Dao: 7 kandidat perempuan

Semua kelompok etnis ini memiliki populasi yang relatif besar dan tradisi melatih kader. Kehadiran perempuan dari kelompok etnis ini dalam daftar kandidat membantu memastikan suara yang representatif untuk wilayah pegunungan di Vietnam Utara, Dataran Tinggi Tengah, dan Vietnam Selatan.

Yang perlu diperhatikan, daftar tersebut juga mencakup perwakilan dari banyak kelompok etnis minoritas seperti Hrê, Raglai, Cơ Ho, Xơ-đăng, Tà-ôi, dan Sán Chay. Hal ini menunjukkan bahwa struktur kandidat telah memperhatikan representasi yang luas dari komunitas etnis minoritas.

Tingkat pendidikan kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas terus meningkat.

Salah satu poin yang paling menonjol adalah peningkatan signifikan dalam tingkat pendidikan kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas.

Di antara 121 kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas:

- 63 orang memiliki gelar sarjana.

- 41 orang memiliki gelar master.

- 7 orang memegang gelar doktor.

Selain itu, terdapat dokter spesialis dan staf dengan keahlian khusus.

Dengan demikian, lebih dari 40% kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas memiliki gelar pascasarjana, yang menunjukkan pertumbuhan kuat tenaga kerja intelektual dari kelompok etnis minoritas dan efektivitas kebijakan pelatihan kader di daerah-daerah etnis minoritas selama bertahun-tahun.

Peran perempuan etnis minoritas dalam fase pembangunan baru

Seiring negara memasuki tahap pembangunan baru, peran perempuan dari kelompok etnis minoritas menjadi semakin penting. Mereka bukan hanya perwakilan dari komunitas etnis minoritas mereka, tetapi juga kekuatan pendorong yang berkontribusi pada pembangunan sosial -ekonomi di daerah-daerah yang kurang beruntung. Dengan pemahaman mendalam mereka tentang budaya dan kehidupan lokal, kandidat perempuan dari kelompok etnis minoritas dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih sesuai untuk daerah pegunungan dan daerah dengan populasi etnis minoritas.

Fakta bahwa 121 perempuan dari kelompok etnis minoritas berpartisipasi dalam pemilihan dari total 188 kandidat etnis minoritas bukan hanya angka yang signifikan secara statistik, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi perempuan di dataran tinggi semakin dewasa dan dengan percaya diri melangkah ke panggung parlemen untuk berkontribusi dalam membangun masa depan negara.

Sebanyak 45 kandidat perempuan untuk Majelis Nasional ke-16 memiliki gelar doktor.

You can share this post!