Tisha Beauty: Strategi Digital dan Kualitas Unggul Dorong Pertumbuhan Pesat
Sumber Foto: Hypeabis
Lifestyle

Tisha Beauty: Strategi Digital dan Kualitas Unggul Dorong Pertumbuhan Pesat

Logika News - Di tengah persaingan industri kecantikan lokal yang kian kompetitif, pelaku usaha dituntut merancang strategi yang adaptif dan terukur untuk memenangkan pasar, mulai dari penguatan diferensiasi produk hingga optimalisasi kanal distribusi dan pemasaran digital.

Tisha Beauty, brand lokal yang didirikan oleh Ardy Setiady ini fokus pada distribusi digital dan penguatan kapasitas produksi sebagai strategi pertumbuhan. Tak heran, meski baru aktif berjualan online pada awal 2025, Tisha Beauty berhasil mencatat perkembangan signifikan dalam waktu satu tahun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai faktor, seperti tingginya respons konsumen terhadap produk terbarunya, Bloom Balm Magic Colour, yang dipasarkan melalui platform TikTok dan TikTok Shop.

Menurut Ardy, lonjakan minat ini turut mendorong peningkatan penjualan secara konsisten. Meski demikian, dia menegaskan bahwa peningkatan awareness tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pengalaman langsung konsumen.

“ Awareness kami tumbuh dari review jujur customer. Repeat order rata-rata lebih dari dua kali pembelian, ini menjadi indikator kuat bahwa produk benar-benar diterima pasar,” ujarnya.

Menurut Ardy, kekuatan distribusi online memungkinkan brand menjangkau konsumen secara merata di seluruh Indonesia. Market online yang berkembang pesat dinilai efektif untuk menyasar pelajar hingga kalangan muda yang aktif di media sosial.

Selain itu, Tisha Beauty memosisikan diri sebagai brand yang bersaing dari sisi harga dan kualitas. Produk dibanderol mulai dari Rp20 ribuan dan telah berizin BPOM serta bersertifikasi halal serta tetap mengedepankan standar mutu.

Keunggulan lainnya, Tisha Beauty telah memiliki pabrik sendiri meski tergolong brand baru. Keputusan tersebut bertujuan agar proses produksi dapat mengikuti kebutuhan pasar secara fleksibel, termasuk ketika terjadi lonjakan pesanan saat produk viral.

Dengan dukungan tim R&D internal, formulasi produk disesuaikan dengan tren dan preferensi konsumen. Keberadaan fasilitas produksi sendiri juga membantu meminimalkan potensi keterlambatan pengiriman serta menjaga konsistensi kualitas.

Momentum pertumbuhan tersebut kian diperkuat ketika pada 27 Januari 2026 Tisha Beauty dinobatkan sebagai Winner TikTok Award 2026 kategori Juara UMKM Lokal. Penghargaan ini diraih saat usia brand baru satu tahun hadir di ranah online.

Ardy menyebut pengakuan tersebut menjadi validasi penting bagi perjalanan bisnis perusahaan. “Kami baru dikenal luas dalam satu tahun terakhir. Award ini memberi dampak besar terhadap kepercayaan publik,” katanya.

Setelah penghargaan tersebut, penjualan disebut semakin stabil dan review positif dari pengguna baru terus bermunculan. Di tengah ketatnya persaingan industri kecantikan, kombinasi distribusi digital yang agresif dan kendali produksi internal menjadi fondasi strategi bisnis Tisha Beauty untuk menjaga pertumbuhan.

Google News)