Sosialisasi Digital untuk Lansia di Muaro Jambi: Mencegah Hoax dan Penipuan Online
IMCNews.ID, Muarojambi - Tular Nalar, bekerja sama dengan Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi, telah melaksanakan sosialisasi Akademi Digital Lansia di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, pada Sabtu (7/1/2023). Kegiatan ini diprakarsai oleh Organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan didukung oleh Google.org.
Dalam acara tersebut, sejumlah warga menyampaikan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk berpartisipasi. Salah satu peserta, Azizah, mengungkapkan, "Kami jadi lebih paham, kalau tidak bisa mudah percaya dengan telepon dari orang luar yang menawarkan hadiah. Termasuk melindungi data pribadi."
Peserta lain, Tegar, juga menambahkan bahwa ia mendapatkan banyak informasi mengenai modus-modus penipuan. "Intinya tadi jangan mudah percaya. Kami jadi paham soal modus penipuan dan cara menjaga data pribadi kami," ujarnya.
Siti Masnidar, anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi yang juga merupakan PIC Wilayah Jambi, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini membawa dampak positif sekaligus negatif, termasuk munculnya kejahatan digital. "Berbagai kejahatan muncul dari pihak yang tidak bertanggung jawab, salah satunya penipuan melalui internet," katanya.
Contoh yang diberikan adalah penipuan melalui telepon, di mana pelaku menghubungi korban dan meminta mereka mengikuti instruksi tertentu. Hal ini dapat menyebabkan korban secara tidak sadar memberikan kode OTP yang seharusnya bersifat rahasia. "Data pribadi kalian dapat diambil alih oleh mereka," lanjutnya.
Siti Masnidar, yang akrab disapa Aning, menambahkan bahwa melalui kegiatan akademi lansia digital ini, mereka ingin memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, terutama bagi lansia, agar lebih cerdas dalam menghadapi digitalisasi. "Kita harus pintar memilih dan membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoax," tegasnya.
Kepala Desa Mekar Jaya, Ambo Tuo, juga menyoroti pentingnya sosialisasi ini. Ia menyatakan bahwa di era digital, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat di masyarakat. "Terkadang saya belum tahu mengenai informasi tertentu, tetapi masyarakat sudah ada yang mengetahuinya," ujarnya.
Ambo Tuo menekankan bahwa kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kewaspadaan. "Dengan begitu, masyarakat jangan terkecoh. Contohnya, jika menerima telepon dari orang tidak dikenal yang menawarkan uang 100 juta, itu bisa jadi penipuan," pungkasnya.




