Seleksi Masuk PTN 2023: Penerapan Format Baru Berbasis Nalar
JAKARTA - Sebanyak 137 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan berpartisipasi dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023, mengalami peningkatan dari 125 PTN pada tahun lalu. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menerapkan format baru dalam proses seleksi, yang mencakup tiga jalur: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
Sebelumnya, mekanisme penerimaan mahasiswa baru di PTN melibatkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang didasarkan pada nilai rapor dan prestasi, diikuti dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), serta Seleksi Mandiri.
Menteri Dikbudristek, Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa transformasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih adil, inklusif, dan holistik. Dalam sebuah acara di kanal YouTube Kemendikbudristek pada 7 September 2022, Nadiem menekankan pentingnya pendidikan yang mampu mengatasi ketertinggalan dan kesenjangan sosial ekonomi di kalangan calon mahasiswa.
Keputusan ini diperkuat dengan penerbitan Peraturan Mendikbudristek nomor 48 tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada PTN. Nadiem menekankan bahwa siswa harus memahami pentingnya semua mata pelajaran dan menggali minat serta bakat mereka untuk sukses dalam jalur ini.
Profesor Nizam, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, mengungkapkan bahwa seleksi berbasis tes ini akan mengakomodasi lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk vokasi. Calon mahasiswa hanya perlu mendaftar dan mengikuti satu tes untuk mendapatkan tempat di jenjang sarjana atau diploma.
Model tes baru ini tidak akan berfokus pada subjek mata pelajaran tertentu, melainkan pada kesiapan siswa untuk belajar di perguruan tinggi. Soal-soal yang diajukan akan mengukur kemampuan analisis siswa, bukan hanya kemampuan akademik. Metode ini diharapkan lebih efisien, hemat waktu dan biaya bagi calon mahasiswa.
Menurut data Badan Pusat Statistik, sekitar 3,7 juta siswa lulus dari jenjang pendidikan SMA, MA, dan SMK, dengan 1,9 juta di antaranya melanjutkan ke perguruan tinggi. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Muhammad Ashari, menambahkan bahwa pada tahun 2022, hanya 1,5 juta lulusan yang mengikuti SNMPTN dan SBMPTN, dengan tingkat penerimaan berkisar antara 18-20 persen.
Untuk tahun 2023, dari 137 PTN peserta SNPMB, terdapat 76 PTN akademik, 43 PTN vokasi, dan 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Calon mahasiswa memiliki kebebasan untuk memilih jenis PTN yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Jalur SNBP akan mempertimbangkan prestasi akademik dari semua mata pelajaran dengan bobot 50 persen, sementara sisanya diserahkan kepada masing-masing PTN untuk menentukan parameter yang sesuai dengan program studi yang diinginkan siswa.
Registrasi akun SNPMB untuk sekolah dan siswa telah dibuka pada 9 Januari 2023 dan akan ditutup pada 9 Februari 2023. Bagi lulusan 2023 yang ingin mengikuti SNBP, pendaftaran akan ditutup pada 15 Februari 2023, sedangkan pendaftaran untuk SNBT akan berlangsung hingga 28 Februari 2023.
Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek telah menyiapkan data dukung untuk SNPMB yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Education Management Information System (EMIS). Data ini mencakup status peserta didik, potret satuan pendidikan, dan jumlah peserta didik, yang semuanya terintegrasi dalam upaya mewujudkan satu data pendidikan di Indonesia.




