Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0: Upaya Mitra Tular Nalar dan Mafindo Cegah Hoaks Pemilu di SBB
Ambon, CakraNEWS.ID — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, literasi digital menjadi keterampilan yang semakin penting bagi masyarakat, terutama di Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam mengelola informasi dengan bijak. Untuk menjawab tantangan ini, Mitra Tular Nalar Dialektika IAIN Ambon dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Maluku menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kebangsaan 3.0.
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa-siswi SMA 11 Seram Bagian Barat (SBB) dan masyarakat milenial di Hualoy-Tomalehu, Kecamatan Amalatu. Sebelumnya, Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 juga telah dilaksanakan di MAN 1 Ambon.
Menurut Abdul Manaf Tubaka, PIC Tular Nalar Wilayah Maluku, kemampuan literasi yang baik memungkinkan individu untuk berpikir kritis dan memecahkan berbagai persoalan. Dia menekankan pentingnya berpikir kritis dalam menghadapi informasi yang beredar, terutama di era digital yang rawan terhadap hoaks. Sebuah survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa 30 hingga 60 persen masyarakat Indonesia terpapar hoaks.
"Dengan melemahnya kemampuan berpikir kritis, seseorang akan lebih mudah terpapar informasi yang menyesatkan," ungkap Abdul Manaf saat sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menambahkan bahwa Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 bertujuan untuk mendorong Generasi Z dan milenial untuk memahami pentingnya literasi digital.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode yang menyenangkan, menggunakan alat pembelajaran seperti video, kuis, dan modul. Materi yang disampaikan dibagi menjadi tiga jenjang pemahaman: Tahu, Tanggap, dan Tangguh. Jenjang ini penting agar peserta siap menghadapi berbagai informasi, terutama menjelang pemilu 2024.
Peserta kegiatan, yang berusia antara 16 hingga 22 tahun, diperkenalkan pada tema-tema terkait pemilu, demokrasi, pengenalan hoaks, sanksi, dan jejak digital. Abdul Manaf menekankan bahwa berpikir kritis adalah syarat mutlak bagi warga negara dalam menghadapi tantangan demokrasi di era digital.
"Kemampuan mengelola informasi, baik yang benar maupun palsu, sangat krusial dalam demokrasi saat ini," tambahnya. Dia juga mengingatkan siswa-siswi untuk menggunakan perangkat digital secara bijak dan selektif dalam mengakses informasi.
Muslan Kalidupa, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) SBB, menekankan pentingnya partisipasi aktif Generasi Z dan milenial dalam pemilu, mengingat data menunjukkan bahwa kelompok ini merupakan mayoritas pemilih. "Dengan pemahaman literasi digital yang baik, diharapkan mereka bisa membantu mengawasi jalannya pemilu dan mencegah penyebaran berita bohong," harapnya.
Nurul Ismi Jumat, salah satu siswa SMA 11 SBB, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan kebangsaan mereka. Dia berharap Sekolah Kebangsaan Tular Nalar dapat diadakan kembali di sekolahnya untuk meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital.
Kegiatan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 diikuti oleh 110 peserta, terdiri dari siswa-siswi aktif dan alumni yang sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Ambon. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah, Kepala Pemerintah Negeri Hualoy, serta anggota dewan guru SMA 11 SBB.




