Salah Kaprah Latsarmil ASN: Ketika Nalar Militer Mengooptasi Ruang Sipil
Logika News - Pemerintah baru-baru ini melantik ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) yang dinilai sebagai pendekatan keliru dalam menyelesaikan masalah bangsa. Langkah ini mencerminkan militerisasi sistematis yang dapat mengaburkan batas reformasi dan mengancam hakikat pelayanan publik.
Awal Kejadian
Pelantikan ASN lulusan Latsarmil oleh Kementerian Pertahanan menimbulkan keprihatinan terkait integritas dan kompetensi birokrasi. Dengan mengadopsi kultur militeristik yang hierarkis dan kaku, ASN yang seharusnya menjadi pelayan publik yang fleksibel dan akuntabel, berpotensi berubah menjadi mesin perang.
Perkembangan
Ancaman yang dihadapi bangsa ini bukanlah invasi militer asing, melainkan kelumpuhan sistemik dalam birokrasi. Beberapa masalah yang luput dari perhatian adalah politisasi birokrasi, yang mengorbankan netralitas ASN demi kepentingan politik, serta budaya feodalisme yang membuat ASN lebih loyal pada atasan ketimbang kepada rakyat. Selain itu, praktik maladministrasi dan komersialisasi pelayanan, serta ketidakmampuan dalam literasi digital menjadi tantangan serius bagi ASN di era tata kelola digital.
Kondisi Terakhir
Asumsi bahwa institusi militer dapat menjadi solusi bagi masalah birokrasi adalah mitos yang berbahaya. Korupsi dalam sektor pertahanan dan lambatnya reformasi peradilan militer menunjukkan bahwa sektor militer juga memiliki masalah transparansi. Memaksakan Latsarmil pada ASN dinilai sebagai pengalihan isu dari ketidakmampuan negara dalam membenahi birokrasi. Langkah ini perlu dihentikan agar birokrasi tetap berfungsi sebagai pelayan publik yang sejati.




