Pemerintah Terapkan WFA untuk ASN dan Swasta Selama Mudik Lebaran 2026
SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menerapkan flexible working arrangement atau work from anywhere (WFA) selama pada angkutan Lebaran 2026.
Berdasarkan survei, Kementerian Perhubungan melaporkan prediksi pergerakan penumpang di masa angkutan Lebaran secara nasional mencapai 143,7 juta orang.
Angka tersebut lebih rendah 1,75 persen daripada momen yang sama tahun sebelumnya.
Tetapi, Kemenhub melakukan antisipasi karena berkaca pada tahun lalu jumlah pemudik lebih tinggi dari prediksi.
“Jadi kami juga mengantisipasi pada tahun ini dengan hal yang sama walaupun dari survei kami ada 143 atau hampir 144 juta, namun kemungkinan akan terjadi kenaikan itu harus juga kita antisipasi,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Salah satu antisipasi yang dilakukan yakni melakukan penerapan WFA bagi pekerja swasta dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di tanggal tertentu selama periode mudik dan balik Lebaran berlangsung.
“Tanggalnya ada dua yang kita siapkan dan itu sudah disetujui oleh Bapak Presiden dan MenPAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” terangnya.
Selama arus mudik, ASN dan pekerja swasta dianjurkan untuk WFA mulai tanggal 15 hingga 17 Maret 2026. Sementara arus balik, WFA diberlakukan pada 25 hingga 27 Maret 2026.
Menurut Dudy, kebijakan WFA di kota-kota besar cukup efektif menekan kepadatan pergerakan pemudik, terutama saat puncak yang diprediksi terjadi pada H-5 dan H-3 Lebaran Idul Fitri 2026.
Selain efektif di momen arus mudik dan arus balik, aturan WFA juga bisa diterapkan di waktu-waktu tertentu lainnya karena dapat mengurangi volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Harapannya dengan perlakuannya WFA, maka lalu lintas atau kepadatan bisa terdistribusi tidak hanya pada tanggal-tanggal itu, tapi semua tanggal-tanggal yang bisa digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya.




