Pasar Kecantikan Indonesia Diprediksi Capai 80% pada 2025
(Kiri-Kanan) Juanita Soerakoesoemah, Portofolio Director Cosmobeauté Indonesia; Prita Anindya Laksmita, Indonesia Beauty Lead, Worldpanel by Numerator; Halim Nababan, Ketua Dewan Pembina AKKMI; Yoga I Khajsmir, Vice President Director PT Immortal Cosmedika Indonesia. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)
Tren produk kecantikan di Tanah Air terus menunjukkan sinarnya. Prita Anindya Laksmita, Indonesia Beauty Lead, Worldpanel by Numerator, mengungkapkan sepanjang 5 tahun terakhir ini sektor kecantikan di Indonesia telah bertumbuh 16%. Pertumbuhan ini tak hanya semata konsumsi masyarakat yang meningkat, tapi juga beriringan dengan unit share yang melejit 6%.
Selain itu, penetrasi pasar di Indonesia mencapai 80% pada 2025. Faktor yang mendorong penetrasi itu adalah Gen Z yang menilai bahwa kecantikan menjadi salah satu instant gratification di tengah rasa stres.
Selain itu, dalam tiga tahun belakangan ini, lebih dari 50% konsumen kecantikan di Indonesia mayoritas membeli produknya secara online. Meski begitu, toko kecantikan juga tak kalah pamor.
"Toko offline tak kalah penting karena masih menjadi bagian besar dari pembelian masyarakat. Traditional cosmetic store kini pertumbuhannya juga cepat," ungkap Prita saat konferensi pers Cosmobeauté Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, pada Selasa (16/9/2025).
Tradisional cosmetic store itu memberikan pelayanan yang tak bisa dirasakan lewat belanja online. Seperti mencoba langsung produk kecantikan hingga berkonsultasi dengan SPG yang berada di toko.
Saat ini, para brand kecantikan menggunakan omnichannel dalam penjualan. Prita pun menyarankan brand kecantikan selalu menyediakan produknya lewat channel online dan offline. Sebab, segmen konsumen berdasarkan usianya punya selera tersendiri.
Pr




