Muhammadiyah Cilegon Perkuat Dakwah Melalui Pengajian Rutin dan Dialog Publik
CILEGON – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon terus berupaya mengintensifkan gerakan dakwah pencerahan dengan mengadakan pengajian rutin yang dilaksanakan hampir setiap hari. Dalam satu pekan, Muhammadiyah Kota Cilegon rata-rata menyelenggarakan hingga lima kali pengajian di berbagai wilayah.
Sekretaris PDM Kota Cilegon, Mohammad Tahyar, menjelaskan bahwa pengajian pekanan ini merupakan strategi utama dalam memperkuat wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan di tengah masyarakat. “Pengajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan upaya serius Muhammadiyah Cilegon dalam pemberantasan TBC—tahayul, bid’ah, dan khurafat—yang kian marak di masyarakat,” ujarnya pada Selasa, (23/12/2025).
Ia menegaskan pentingnya pengajian sebagai respon terhadap derasnya arus informasi dan hiburan yang mengandung unsur mistik, yang dapat melemahkan nalar kritis umat. Muhammadiyah berupaya memperkuat pemahaman Islam yang rasional, berkemajuan, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Di samping aspek keagamaan, penguatan pengajian juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Muhammadiyah. “Warga Muhammadiyah harus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat, berpikir rasional, serta mampu membaca persoalan lokal maupun nasional secara objektif,” tambahnya.
PDM Kota Cilegon juga merencanakan dialog publik bertajuk “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Robinsar–Fajar”, yang akan menghadirkan Walikota Cilegon sebagai salah satu pembicara utama. Forum ini bertujuan untuk membangun ruang diskusi yang sehat, kritis, dan konstruktif antara masyarakat sipil dan pemerintah daerah.
Muhammadiyah Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon dalam mendukung program pembangunan yang berkemajuan dan berkesadaran. “Kami berharap Muhammadiyah dapat terus membantu Pemkot Cilegon dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di bidang kesejahteraan dan pendidikan,” pungkas Tahyar.




