Matematika Tetap Jadi Keunggulan Manusia di Era AI
Sumber Foto: Malangtimes
Nalar Data

Matematika Tetap Jadi Keunggulan Manusia di Era AI

Logika News - Di tengah perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI), Profesor Dr. Agus Suryanto dari Universitas Brawijaya menegaskan bahwa nalar matematis manusia tetap menjadi keunggulan yang tidak dapat tergantikan. Ia menyatakan bahwa meskipun AI mampu melakukan berbagai tugas kompleks, kemampuan berpikir matematis manusia tetap diperlukan.

Awal Kejadian

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi Sam FSTeM pada 21 Juni 2026. Prof. Agus menjelaskan bahwa AI dibangun di atas fondasi matematika yang telah ada selama ratusan tahun. Ia menekankan bahwa algoritma yang mendasari AI berasal dari pemikiran matematis manusia.

Perkembangan

Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah berkembang menjadi alat yang bukan hanya membantu, tetapi juga mengambil alih beberapa fungsi berpikir manusia. AI kini mampu menyusun laporan, menganalisis pola perilaku konsumen, dan memprediksi pasar. Namun, Prof. Agus mengingatkan bahwa AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia, terutama ketika dihadapkan pada situasi baru yang tidak memiliki pola sebelumnya. Keterbatasan ini menunjukkan pentingnya kemampuan berpikir matematis untuk mengembangkan model dan solusi baru.

Kondisi Terakhir

Prof. Agus juga memperingatkan bahwa ketergantungan pada AI bisa mengancam proses berpikir kritis manusia. Ia berpendapat bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat untuk belajar, bukan hanya untuk mendapatkan jawaban instan. Dalam menghadapi tantangan baru, kemampuan berpikir matematis manusia tetap dibutuhkan untuk menguji relevansi dan memahami konsekuensi keputusan yang dihasilkan oleh teknologi.