Maskapai Vietnam Tandatangani Perjanjian Pesawat Senilai 28 Miliar Dolar di AS
Boeing Corporation dan Sun PhuQuoc Airways (bagian dari Sun Group) menandatangani kontrak untuk membeli 40 pesawat berbadan lebar Boeing 787-9 Dreamliner, dengan perkiraan nilai total sekitar US$22,5 miliar. Ini adalah salah satu kontrak penerbangan sipil terbesar di Vietnam, yang berkontribusi pada peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Vietnam dan Amerika Serikat.
Pesawat Boeing 787-9 Dreamliner memiliki kapasitas penumpang sekitar 296 orang, jangkauan maksimum 14.010 km, dan memungkinkan penerbangan terus menerus hingga 16 jam. Pesawat ini menghemat bahan bakar 20-25% dan mengurangi emisi dibandingkan pendahulunya, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemilihan pesawat ini menunjukkan strategi masa depan Sun PhuQuoc Airways untuk mengembangkan jaringan penerbangan jarak jauh antarbenua.
Pada kesempatan ini juga, Vietjet menandatangani kontrak dengan Pratt & Whitney (bagian dari RTX Group yang berbasis di AS) untuk memasok mesin GTF dan layanan perawatan untuk 44 pesawat A321neo dan A321XLR, dengan total nilai sekitar US$5,4 miliar. Menurut perjanjian tersebut, mesin generasi baru ini akan berkontribusi pada optimalisasi efisiensi operasional dan pengurangan emisi.
Vietjet juga menandatangani perjanjian pembiayaan dengan Griffin Global Asset Management untuk membiayai enam pesawat Boeing 737-8, senilai sekitar $965 juta. Total nilai perjanjian Vietjet melebihi $6,3 miliar.
Bersamaan dengan kegiatan-kegiatan tersebut, Vietnam Airlines juga bekerja sama dengan Boeing dalam rencana investasi untuk membeli 30 pesawat berbadan lebar dalam waktu dekat, dengan perkiraan total nilai lebih dari 12 miliar dolar AS berdasarkan harga yang dipublikasikan, untuk mendukung strategi pengembangan jaringan penerbangan internasionalnya. Maskapai ini berharap akan menerima 50 pesawat Boeing 737-8 antara tahun 2030 dan 2032, dengan tujuan meningkatkan armadanya menjadi 151 pesawat pada tahun 2030.
Ini adalah langkah strategis untuk memperluas dan memodernisasi armadanya, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan daya saing Vietnam Airlines dalam fase pengembangan baru ini. Pesawat Boeing 737-8 akan dioperasikan pada rute domestik dan regional di Asia, untuk memenuhi permintaan perjalanan yang terus meningkat.
Perjanjian yang ditandatangani tidak hanya memperluas dan memodernisasi armada maskapai penerbangan Vietnam, tetapi juga berkontribusi pada terwujudnya kemitraan strategis komprehensif antara Vietnam dan Amerika Serikat, mendorong arus modal, teknologi, dan rantai nilai antara kedua perekonomian dalam fase pembangunan baru.




