Kelas Akademi Digital Lansia Tular Nalar 3.0 di Surakarta: Meningkatkan Literasi Digital untuk Lansia
Sumber Foto: - Majalah Suara 'Aisyiyah
Nalar Data

Kelas Akademi Digital Lansia Tular Nalar 3.0 di Surakarta: Meningkatkan Literasi Digital untuk Lansia

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sebanyak 95 peserta lanjut usia (lansia) mengikuti acara Kelas Akademi Digital Lansia (ADL) yang diselenggarakan oleh KEB Solo bekerja sama dengan Organisasi Perempuan ‘Aisyiyah Ranting Jayengan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan digital para lansia agar lebih melek terhadap perkembangan teknologi.

Sambutan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah

Dalam sambutannya, Siti Maesaroh, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Jayengan, menekankan pentingnya bagi perempuan ‘Aisyiyah untuk terus maju dan memperluas pengetahuan dalam menghadapi era digital. "Kami menyambut baik kerja sama dengan Komunitas KEB untuk mengadakan Akademi Digital Lansia kali ini. Semoga acara ini memberi banyak manfaat bagi kita semua," ujar Maesaroh.

Struktur Kegiatan

Kegiatan ADL dibagi menjadi tiga segmen yang dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai dunia digital. Para peserta, yang dibagi dalam 10 kelompok kecil, berdiskusi intensif mengenai konsep “Bugar Digital” dengan berbagai kegiatan interaktif.

Tiga Aspek Utama dalam Kampanye 'Bersama Bugar Digital'

  • Lansia Berbudi Cegah Penipuan: Peserta diajarkan mengenali berbagai jenis penipuan digital yang sering menargetkan lansia, seperti penipuan yang mengatasnamakan institusi tertentu dan pencurian data finansial. Fasilitator memberikan tips praktis untuk mengenali tanda-tanda penipuan dan langkah-langkah pencegahannya.
  • Lansia Berbudi Saat Pemilu: Dalam segmen ini, peserta belajar menggunakan teknologi untuk mendapatkan informasi akurat dari sumber terpercaya selama pemilu. Diskusi mencakup cara mengakses situs resmi dan mengenali berita palsu.
  • Menjadi Bugar Mengindera Hoaks: Segmen terakhir berfokus pada keterampilan mengidentifikasi hoaks yang beredar di dunia maya. Peserta dibimbing melalui contoh kasus dan tips untuk mengenali hoaks.

Antusiasme Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mereka dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai penipuan digital serta hoaks. Ranny Afandi, Ketua KEB Solo dan penanggung jawab kegiatan ADL, mengungkapkan kebahagiaannya terhadap semangat belajar para lansia. "Di era digital ini, meskipun lansia tidak lagi berada di usia produktif, mereka tetap memiliki peran penting dalam rumah tangga," jelas Ranny, merujuk pada data BPS yang menunjukkan bahwa sepertiga rumah tangga di Indonesia memiliki lansia.

Ranny menambahkan, "Lansia masih cakap dalam mengambil keputusan. Namun, mereka perlu dibekali ilmu agar lebih bijak dan bugar di dunia digital." Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi digital di kalangan lansia, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.