Kekhawatiran Masyarakat Sungai Pinang Luar Terkait Dugaan Permintaan Izin Loket Narkoba oleh Oknum Ketua RT
Sumber Foto: Kaltim Post
Nalar Data

Kekhawatiran Masyarakat Sungai Pinang Luar Terkait Dugaan Permintaan Izin Loket Narkoba oleh Oknum Ketua RT

Kota Samarinda, KALTIMPOST.ID – Masyarakat Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, dihebohkan oleh informasi yang beredar mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum ketua RT dalam permintaan izin untuk membuka "loket" transaksi narkotika di lingkungan permukiman. Meskipun kebenaran isu tersebut masih perlu diverifikasi, perhatian dari aparat kelurahan terhadap masalah ini sangat besar.

Lurah Sungai Pinang Luar, Agus Salim, menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk aktivitas ilegal, termasuk rencana pembukaan loket narkotika jika hal itu benar adanya. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan resmi ataupun bukti yang mengarah pada keterlibatan ketua RT tertentu dalam isu ini. "Kalau ada yang izin-izin buka loket, pasti kita tolak. Kita juga sudah imbau ke semua RT agar tidak memberikan ruang untuk aktivitas seperti itu," ujarnya pada Rabu (25/6).

Kelurahan Sungai Pinang Luar terdiri dari 34 RT, dan Agus Salim menambahkan bahwa pihaknya sedang menelusuri informasi mengenai RT mana yang dimaksud dalam isu tersebut, mengingat belum ada data yang jelas. "Beberapa RT bahkan sempat bertanya kepada saya, karena mereka tidak mau ikut terseret atau tertuduh. Ini yang membuat kami juga ingin segera memperjelas situasinya," imbuhnya.

Sebelum isu ini muncul, pihak kelurahan sudah melaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan peredaran narkoba kepada masyarakat dan RT setempat, bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Hal ini dilakukan karena beberapa wilayah di Sungai Pinang Luar sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas peredaran narkoba. "Kami sudah rutin lakukan sosialisasi pencegahan, terutama di daerah-daerah yang selama ini dicitrakan sebagai titik rawan narkoba. Warganya pun tegas menolak, tidak mau ada aktivitas semacam itu," katanya.

Agus Salim mengakui bahwa tidak semua RT hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, yang mendorong pihak kelurahan untuk melakukan inventarisasi serta langkah-langkah lanjutan. "Kami akan rapat lagi dengan para RT dalam waktu dekat untuk memastikan dan memperjelas isu ini. Jangan sampai ada salah paham atau tuduhan yang tidak berdasar. Dari beberapa RT yang diundang, ada juga yang memang tidak datang, dan kami masih selidiki dulu," pungkasnya.