Karel Abraham: Pembalap Muslim yang Dikenang Meski Tak Berhasil di MotoGP
Sumber Foto: sports.okezone.com
Olahraga

Karel Abraham: Pembalap Muslim yang Dikenang Meski Tak Berhasil di MotoGP

Logika News - A

A

A

Share

Share on mail

KISAH pembalap Muslim MotoGP, Karel Abraham, menarik diulas. Sebab, dia sempat disebut rider yang hanya andalkan kekayaan orangtua.

Kiprah Karel Abraham di MotoGP sendiri tak terlalu manis. Meski begitu, namanya tetap selalu dikenang karena jadi salah satu pembalap Muslim yang pernah mewarnai ajang MotoGP.

Baca Juga:

Ducati Santai Lihat Marc Marquez 3 Kali Jatuh di Tes Pramusim MotoGP 2026 Thailand

1. Kiprah di MotoGP

Karel Abraham debut di ajang MotoGP pada 2011. Pembalap asal Republik Ceko tersebut membela klub satelit Ducati saat itu, yakni Cardion AB Motoracing.

Namun, debut Abraham tak berjalan manis. Dia hanya bisa meraih 64 poin sehingga finis di urutan ke-14 saja pada klasemen akhir. Abraham bahkan tak pernah merasakan finis di 5 besar.

Hasil itu berlanjut ke musim 2012 kala dirinya masih membela tim yang sama. Kembali, Abraham hanya bisa menempati posisi ke-14 di klasemen akhir pembalap MotoGP 2012.

Baca Juga:

Davide Tardozzi Komentari Marc Marquez yang 3 Kali Jatuh di Sirkuit Buriram saat Tes Pramusim MotoGP 2026

Abraham mencoba peruntungan pada 2014 untuk hijrah ke Honda. Namun, dia masih membela tim yang sama, yakniCardion AB Motoracing. Hasil yang didapat Abraham jauh lebih buruk. Dia hanya mendapat 33 poin sepanjang musim. Bahkan, pada 2015, di tim dan pabrikan yang sama, Abraham tidak bisa mendapatkan satu pun poin di sepanjang musim.

Meski begitu, Abraham masih bisa terus bertahan di MotoGP. Sempat vakum pada 2016, dia comeback pada 2017 dengan memperkuat tim satelit Ducati, yakni Aspar Team. Tapi lagi-lagi, Abraham tak bisa unjuk gigi sehingga hanya finis di urutan ke-20 klasemen dengan 32 poin.

Tren negatifnya berlanjut ke musim 2018 kala membela Angel Nieto Team karena hanya bisa meraih 12 poin saja. MotoGP 2019 pun jadi musim terakhir Abraham mentas di ajang balap motor bergengsi tersebut. Musim itu, dirinya bisa finis di urutan ke-24 dengan hanya meraih 9 poin saja.