Kapal Induk AS Dekat Timur Tengah, Trump Peringatkan Risiko Jika Perundingan Gagal
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

Kapal Induk AS Dekat Timur Tengah, Trump Peringatkan Risiko Jika Perundingan Gagal

Ringkasan Berita:

Kapal induk kedua Amerika Serikat (AS) dilaporkan semakin mendekat ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Di saat yang sama, Iran menggelar latihan militer tahunan bersama Rusia pada Kamis (19/2/2026), mempertegas eskalasi situasi di kawasan.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir nya.

SERAMBINEWS.COM, DUBAI — Kapal induk kedua Amerika Serikat (AS) dilaporkan semakin mendekat ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Di saat yang sama, Iran menggelar latihan militer tahunan bersama Rusia pada Kamis (19/2/2026), mempertegas eskalasi situasi di kawasan.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran memiliki waktu sekitar 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir nya.

Ia menegaskan, jika perundingan kembali gagal, konsekuensi serius akan terjadi.

“Terbukti, selama bertahun-tahun, tidak mudah untuk membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran, dan kita harus membuat kesepakatan yang berarti. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi,” kata Trump, Kamis.

Perundingan Mandek

Pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan hanya menunjukkan sedikit kemajuan.

Selama bertahun-tahun, negosiasi terkait program nuklir Teheran kerap menemui jalan buntu.

Iran menolak tuntutan AS dan Israel agar mengurangi program rudalnya serta memutus hubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kedua pihak tengah mengulur waktu sambil mempersiapkan opsi militer.

Dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang.

Namun, ia memperingatkan bahwa setiap agresi AS akan dibalas secara tegas dan proporsional.

“Dalam keadaan seperti itu, semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan tersebut akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Associated Press.